Selasa, 29 November 2016

HARI SIAL

*ONE DAY ONE HADITH*

Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Nabi saw bersabda :
قال الله عز وجل : يؤذيني ابن آدم يسب الدهر وأنا الدهر بيدي الأمر أقلب الليل والنهار
“Allah azza wajalla berfirman : “Anak adam (manusia) menyakiti Aku, mereka mencaci masa, padahal Akulah (pemilik) masa, Akulah yang menjadikan malam dan siang silih berganti”. [HR Bukhari]

_Catatan Alvers_

Banyak orang ketika tertimpa sesuatu yang tidak mengenakkan maka ia berujar “dasar, hari sial!”. Ujaran seperti ini ternyata sudah ada sejak zaman jahiliyah. Imam An-Nawawi mengatakan bahwa orang Arab dahulu biasanya mencela masa (waktu) ketika tertimpa berbagai macam musibah seperti kematian, kepikunan, hilang (rusak)-nya harta dan lain sebagainya sehingga mereka mengucapkan ’Ya khaybatad dahr’ : Duhai  sialnya waktu ini dan ucapan celaan lainnya yang ditujukan kepada waktu. [Syarh Shahih Muslim] atau perkataan “ Bu’san Lid Dahr, Tabban Liddahr [Fathul Bari]

Orang yang menyalahkan waktu tatkala terjadi hal yang buruk menimpanya sama halnya ia mengkambing-hitamkan waktu dan ia lari dari kesalahan yang diperbuatnya sendiri. Tipe orang demikian tidak akan mengambil hikmah dari apa yang terjadi, karena ia tidak instropeksi diri namun malah mencari pembenaran dan ini adalah perilaku negatif.

Mengapa tidak boleh mencela dan menyalahkan waktu atas peristiwa buruk yang terjadi? Pertanyaan ini dijawab dalam hadits utama tadi “Allahlah yang mengatur masa”. Apabila seseorang mencela waktu dengan menyatakan bahwa bulan ini adalah bulan sial atau bulan ini selalu membuat celaka, maka sama saja dia mencela Pengatur Waktu, yaitu Allah SWT. Ia menuduh Allah tidak cakap mengatur waktu sehingga ada waktu (hari) yang mendatangkan celaka.

Lantas bagaimana dengan pernyataan “Hari Nahas” yang ada dalam Al-Qur’an? Menjawab pertanyaan ini al-Khatthabi berkata : Tidak terjadi kontradiksi antara hadits ini (larangan mencela masa) dengan firman Allah :
إِنَّا أَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحًا صَرْصَرًا فِي يَوْمِ نَحْسٍ مُسْتَمِرٍّ
“Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus”. [QS Al-Qamar : 19]

Karena kesialan (hari nahas) dalam ayat ini ditujukan kepada Kuffar kaum ‘Ad bukan kepada harinya (waktu). Maka sudah maklum, jika kesialan itu hanya menimpa orang kuffar kaum ‘Ad saja dan hari itu justru menjadi hari pertolongan dan dukungan kepada kaum Mukminin. [Fathul Bari]

Perilaku mencela masa tertentu telah terjadi pada masa jahiliyah. Banyak orang saat itu meyakini bahwa bulan Shafar adalah bulan sial atau bala bencana. Kepercayaan ini bermula dari anggapan bahwa bulan Shafar merupakan bulan yang penuh bencana dan musibah, sehingga mereka menunda segala aktivitas karena takut tertimpa bencana. Untuk menolak kepercayaan salah seperti ini maka sebagian ulama menamakan bulan shafar dengan nama “Shafarul Khair” yang berarti bulan Shafar yang penuh kebaikan.

Rasul SAW sejak dahulu sudah menolak keyakinan yang keliru seperti ini. Diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda :
لا عدوى ولا طيرة ولا هامة ولا صفر
"Tidak ada “adwa” penularan penyakit, tidak diperbolehkan “tiyarah” meramalkan adanya hal-hal buruk, tidak boleh “hammah” berprasangka buruk dan tidak ada keburukan dalam bulan Shafar." [HR Bukhari Muslim]

Dalam hadits ini, Rasul bersabda : “Walaa Shafara” yang arti lettelijk nya “tidak ada bulan Shafar. Asyhab berkata: Malik suatu saat ditanya mengenai hadits ini maka beliau menjawab :
سَمِعْتُ أَنَّ أَهْلَ الْجَاهِلِيَّةِ يَسْتَشْئِمُونَ بِصَفَرٍ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا صَفَرَ
Aku mendengar bahwa orang-orang jahiliyah menganggap sial dengan bulan shafar maka Nabi SAW bersabda demikian. [HR Abu Daud]

Jadi menurut ajaran Islam, semua bulan dan hari itu baik, masing-masing mempunyai sejarah, keistimewaan dan peristiwa sendiri-sendiri. Jika bulan tertentu seperti bulan Ramadlan memiliki keistimewaan dengan adanya peristiwa Nuzul al-Qur'an dan Lailat al Qadar, dan bulan Rajab ada Isra' dan Mi'raj serta bulan Rabi'ul Awwal ada peristiwa Maulid Rasulullah SAW bukan berarti bulan yang lain merupakan bulan yang buruk. Jikalau ada peristiwa yang memilukan dalam sebuah bulan, itu bukan berarti bulan tersebut merupakan bulan musibah yang penuh kesialan. Namun itu semua mestinya lebih mendorong kepercayaan kepada takdir Allah, yang baik maupun yang buruk dan kita tidak mengaitkannya dengan kesialan suatu hari atau bulan tertentu.

Tidak hanya bulan shafar, Orang-orang Jahiliyah juga meyakini bulan Syawal sebagai bulan wabah penyakit karena pernah terjadi banyak orang mati pada bulan syawal khususnya dari kalangan pasangan pengantin pada bulan itu, dan beberapa pasangan tidak memiliki keturunan. Maka sejak itu Alvers, mereka tidak mau melangsungkan pernikahan pada bulan Syawal karena terkena musibah. Keyakinan seperti ini ditentang Nabi Muhammad SAW. Sayyidah Aisyah RA berkata:
تزوجني رسول الله صلى الله عليه وسلم في شوال وبنى بي في شوال فأي نساء رسول الله صلى الله عليه وسلم كان أحظى عنده مني
"Rasulullah SAW menikahiku pada bulan Syawal, berkumpul (membina rumah tangga) dengan saya pada bulan Syawal, maka siapakah dari isteri beliau yang lebih beruntung daripada saya?"  [HR Muslim]

Al-Imam Ibn Hajar al-Haitami berpendapat dalam kitabnya Fatawa Al-Haditsiyah jika ada orang mempercayai adanya hari nahas (sial) dengan tujuan berpaling darinya atau menghindarkan suatu pekerjaan pada hari tersebut dan menganggapnya terdapat kesialan,
وَأَن ذَلِك من سنة الْيَهُود لَا من هدي الْمُسلمين المتوكلين على خالقهم وبارئهم الَّذين لَا يحسبون وعَلى رَبهم يَتَوَكَّلُونَ،
maka sesungguhnya yang demikian ini termasuk tradisi kaum Yahudi dan bukan sunnah kaum muslimin yang selalu tawakkal kepada Allah dan tidak berprasangka buruk terhadap Allah. Sedangkan jika ada riwayat yang menyebutkan tentang hari yang harus dihindari karena mengandung kesialan, maka riwayat tersebut adalah bathil, tidak benar, mengandung kebohongan dan tidak mempunyai sandaran dalil yang jelas, untuk itu jauhilah riwayat seperti ini. [Fatawa Al Haditsiyah]

Jadi kesimpulannya alvers, bahwa dalam ajaran islam semua hari adalah baik, dan masing-masing ada keutamaan tersendiri maka hari di mana kita menjaganya dan mengisinya dengan kebaikan dan ketaatan itulah hari yang sangat menggembirakan bahkan menjadi hari raya buat kita. Seperti dikatakan oleh Sayyidina Ali KW :
وكل يومٍ لانعصي الله فيه فهو لنا عيد
setiap hari dimana aku tidak bermaksiat kepada Allah pada hari itu, itulah hari rayaku.[Ihya Ulumuddin]

Dan sebaliknya alvers, kesialan kita sesungguhnya adalah hari dimana kita melalaikan kewajiban bahwa melakukan maksiat kepada sang khaliq Allah swt. Wallahu A’lam. Semoga Allah al-Bari membuka hati dan fikiran kita untuk menjadikan setiap hari dari sisa umur kita bernilai karena ketaatan kita dan keberkahanNya.

Minggu, 27 November 2016

DELAPAN KARAKTER MANUSIA MENURUT ALLOH SWT.

Karakter manusia dapat dilihat dari "dengan siapa mereka bergaul", dikutib Dari Kitab Tanbihul Ghofilien :

يقال من جلس مع ثمانية أصناف من الناس زاده الله ثمانية أشياء ؛
من جلس مع اﻷغنياء زاده الله حب الدنيا. ومن جلس مع الفقراء زاده الله الشكر والرضا. ومن جلس مع السلطان زاده الله الكبر وقساوة القلب. ومن جلس مع النساء زاده الله الجهل والشهوه. ومن جلس مع الصبيان زاده الله اللهو والمزاح. ومن جلس مع الفساق زاده الله الجرأة على الذنوب . ومن جلس مع الصالحين زاده الله الرغبة في الطاعات. ومن جلس مع العلماء زاده الله العلم والورع.

Barangsiapa yang bergaul bersama 8 golongan manusia, maka Allah SWT akan menumbuhkan 8 karakter untuknya :

1. من جلس مع الأغنياء زاده الله حب الدنيا والرغبة فيها.

1. Barangsiapa bergaul dengan orang kaya, Allah akan menambahkan kecintaan duniawi dan orientasi hidup keduniawian.

2. ومن جلس مع الفقراء زاده الله الشكر والرضا بقسمة الله تعالى

2. Barangsiapa bergaul dengan orang-orang faqir, Allah akan menambahkan rasa syukur dan ridhonya terhadap karunia Allah.

3. ومن جلس مع السلطان زاده الله الكبر وقساوة القلب

3. Barangsiapa bergaul dengan para pejabat tinggi, Allah akan menambahkan rasa sombong dan keras hati.

4. ومن جلس مع النساء زاده الله الجهل والشهوه

4. Barangsiapa bergaul dengan perempuan, Allah akan menambahkan kebodohan dan syahwat.

5. ومن جلس مع الصبيان زاده الله اللهو والمزاح

5. Barangsiapa bergaul dengan anak-anak kecil, Allah akan menambahkan lalai dan senda gurau.

6. ومن جلس مع الفساق زاده الله الجرأة على الذنوب والمعاصي والإقدام عليها،والتسويف في التوبة

6. Barangsiapa bergaul dengan orang-orang fasik, Allah akan menambahkan keberanian terhadap dosa dan maksiat, serta bergairah untuk maksiat sambil menunda taubat.

7. ومن جلس مع الصالحين زاده الله الرغبة في الطاعات

7. Barangsiapa bergaul dengan orang-orang shalih, Allah akan menambahkan orientasi hidupnya kepada ketaatan

8. ومن جلس مع العلماء زاده العلم والورع

8. Barangsiapa bergaul dengan ulama’, Allah akan menambahkan ilmu dan kehati-hatiannya.

Mudah2an bermanfaat untuk dijadikan referensi dalam memilih Dan memilah teman dalam pergaulan..
Semoga Bermanfaat..

JALANI HIDUP SELALU CERIA



Rasulullah merasa heran dengan orang muslim, mereka hidup selalu ceria penuh kebaikan karena 2 hal: Sabar dan Syukur.
Ketika mendapat nikmat mereka bersyukur maka Allah menambah nikmatnya dan menjadikan nikmat tersebut sebuah kebaikan (pahala), dan ketika Allah memberi cobaan (musibah) mereka bersabar, maka allah membalasnya dengan nikmat dikemudian hari dan menjadikannya sebagai penghapus dari dosa-dosa yang pernah dilakukannya.
Bukan kah hal tersebut luar biasa jika kita pikirkan, orang muslim menjalani hidup selalu ceria dan penuh kebaikan dengan melakukan 2 hal tersebut, bahkan ketika mereka mendapat cobaan (musibah) mereka bersabar dan dapat ceria karena mereka sadar cobaan itu adalah penghapus dosa baginya, cobaan tersebut juga pasti karena dia berbuat salah, dan sadarlah bahwa semua yang kita miliki sebenarnya milik Allah jadi ketika ada musibah yang menimpa dia tidak bimbang karena apa yang hilang memang bukan miliknya.
لايكلف الله نفسا إلا وسعها  (سورة البقرة – الاية 286) 
Allah telah menyatakan dalam ayat tersebut, bahwa Allah SWT tidak menguji hambanya diluar batas kemampuannya, percayalah apa yang kau hadapi kau bisa mengatasinya, Allah percaya kalau kita salah satu hambanya yang kuat, jagalah kepercayaan tersebut, jangan mudah putus asa dan kalah dengan bsisikan setan yang ingin melemahkan kita yang sudah allah beri kepercayaan bahwa kita kuat.
            Rasulullah SAW bersabda: إن اشد البلاء الأنبياء ثم الذين يلونهم والذين يلونهم
paling berat cobaan (yang allah beri) adalah kepada nabi, kemudian kepada mereka yang mengikuti para nabi dan seterusnya”.
Pernah kita berpikiri akan hal tersebut, sadarkah kita bahwa cobaan terberat dialami oleh para nabi kemudian para sahabat kemudian yang mengikuti para sahabat dan seterusnya. Kenapa demikian, hal tersebut karena cobaan sebenarnya adalah bahwa allah mencintai kita (bukan kah kita jika mencintai seseorang kita juga akan mengujinya agar kita tahu apakah cintanya tulus dan benar-benar, bahkan kita akan mengujinya tidak hanya sekali, tapi kita akan mengujinya kembali dengan hal yang lebih berat), dan karena cobaan dari Allah apabila kita sabar, hal tersebut dapat menghapus dosa kita dan meningkatkan derajat kita di akhirat kelak.
            Setiap yang Allah takdirkan pasti ada hikmahnya, yakinlah Rahasia Tuhan itu ada dan lebih indah dari apa yang kita inginkan.

Sabtu, 06 Agustus 2016

Berharap pada seseorang

قال الحاكم: 
Berkata AlHaakim

رضا الناس غاية لا تدرك
Mencari keridhoan manusia adalah puncak pengharapan yang tidak bisa digapai

ورضا الله غاية لا تترك
Dan mencari keridhoan Allah adalah puncak pengharapan yang tidak bisa ditinggalkan

فاترك ما لا يدرك
Maka tinggalkanlah segala apa yang tidak bisa untuk digapai

وأدرك ما لا يترك
Dan raihlah segala apa yang tidak bisa untuk ditinggalkan

Minggu, 24 April 2016

Wanita makhluk tercantik


ﻳﺤﻜﻰ ﺃﻥ ﻓﺘﻰ ﻗﺎﻝ ﻷﺑﻴﻪ ﺃﺭﻳﺪ ﺍﻟﺰﻭﺍﺝ ﻣﻦ ﻓﺘﺎﺓ ﺭﺃﻳﺘﻬﺎ
ﻭﻗﺪ ﺃﻋﺠﺒﻨﻲ ﺟﻤﺎﻟﻬﺎ ﻭﺳﺤﺮ ﻋﻴﻮﻧﻬﺎ
Ada seorang anak berkata kepada ayahnya: "aku ingin menikahi seorang gadis yang pernah aku lihat, dan aku suka akan kecantikan dan pesona matanya".
ﺭﺩ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﻫﻮ ﻓﺮﺡ ﻭﻣﺴﺮﻭﺭ ﻭﻗﺎﻝ ﺃﻳﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻔﺘﺎﺓ ﺣﺘﻰ
ﺃﺧﻄﺒﻬﺎ ﻟﻚ ﻳﺎ ﺑﻨﻲ
dengan suka cita dan bahagia ayahnya
menanggapi: "Tinggal dimana gadis itu anakku? Biar nanti ayah yang
mengantarmu melamarnya ".
ﻓﻠﻤﺎ ﺫﻫﺒﺎ ﻭﺭﺃﻯ ﺍﻷﺏ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻔﺘﺎﺓ ﺃﻋﺠﺐ ﺑﻬﺎ ﻭﻗﺎﻝ ﻻﺑﻨﻪ
Ketika keduanya menemui gadis tersebut, sang ayah melihatnya dan tertarik seraya berkata kepada anaknya :
ﺍﺳﻤﻊ ﻳﺎ ﺑﻨﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻔﺘﺎﺓ ﻟﻴﺴﺖ ﻣﻦ ﻣﺴﺘﻮﺍﻙ ! ﻭﺃﻧﺖ ﻻ ﺗﺼﻠﺢ ﻟﻬﺎ ﻫﺬﻩ ﻳﺴﺘﺎﻫﻠﻬﺎ ﺭﺟﻞ ﻟﻪ ﺧﺒﺮﺓ ﻓﻲ ﺍﻟﺤﻴﺎﺓ ﻭﺗﻌﺘﻤﺪ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﺜﻠﻲ
"Dengarlah anakku, gadis ini tidak setara dengan mu, kamu tidak cocok dengannya, gadis ini cocok dengan pria yang memiliki pengalaman hidup seperti aku "
ﺍﻧﺪﻫﺶ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﻣﻦ ﻛﻼﻡ ﺃﺑﻴﻪ ﻭﻗﺎﻝ ﻟﻪ: ﻛﻼ ﺑﻞ ﺃﻧﺎ ﺳﺄﺗﺰﻭﺟﻬﺎ ﻳﺎ ﺃﺑﻲ ﻭﻟﻴﺲ ﺃﻧﺖ
anaknya terkejut mendengar kata-kata ayahnya, dan berkata: "Tidak! Aku yang akan menikahinya, bukan ayah !"
ﺗﺨﺎﺻﻤﺎ ﻭﺫﻫﺒﺎ ﻟﻤﺮﻛﺰ ﺍﻟﺸﺮﻃﺔ ﻟﻴﺤﻠﻮﺍ ﻟﻬﻢ ﺍﻟﻤﺸﻜﻠﺔ
Keduanya berselisih, dan memutuskan pergi ke kantor polisi untuk menyelesaikan masalah mereka
ﻋﻨﺪﻣﺎ ﻗﺼﺎ ﻟﻠﻀﺎﺑﻂ ﻗﺼﺘﻬﻤﺎ ﻗﺎﻝ ﻟﻬﻢ : ﺍﺣﻀﺮﻭﺍ ﺍﻟﻔﺘﺎﺓ ﻟﻜﻲ ﻧﺴﺄﻟﻬﺎ ﻣﻦ ﺗﺮﻳﺪ ﺍﻟﻮﻟﺪ ﺃﻡ ﺍﻷﺏ
Keduanya menceritakan permasalahannya kepada seorang
petugas polisi, lalu polisi itu berkata:
"Bawa gadis itu kesini, agar aku bisa
bertanya kepadanya siapa yang dia inginkan diantara kalian ".
ﻭﻟﻤﺎ ﺭﺁﻫﺎ ﺍﻟﻀﺎﺑﻂ ﻭﺍﻧﺒﻬﺮ ﻣﻦ ﺣﺴﻨﻬﺎ ﻭﻓﺘﻨﺘﻬﺎ
Ketika petugas polisi melihat gadis itu, ia
terpikat dengan sikap ramah dan pesonanya
ﻭﻗﺎﻝ ﻟﻬﻢ : ﻫﺬﻩ ﻻ ﺗﺼﻠﺢ ﻟﻜﻤﺎ ﺑﻞ ﺗﺼﻠﺢ ﻟﺸﺨﺺ ﻣﺮﻣﻮﻕ ﻓﻲ ﺍﻟﺒﻠﺪ ﻣﺜﻠﻲ
Lalu polisi itu berkata: "Gadis ini tidak
cocok untuk kalian berdua, ia cocok untuk orang terkemuka di negeri ini, yaitu aku !"
ﻭﺗﺨﺎﺻﻢ ﺍﻟﺜﻼﺛﺔ ﻭﺫﻫﺒﻮﺍ ﺍﻟﻰ ﺍﻟﻮﺯﻳﺮ
Ketiganya pun ribut, Lalu mereka pergi menghadap menteri
ﻋﻨﺪﻣﺎ ﺭﺁﻫﺎ ﺍﻟﻮﺯﻳﺮ ﻗﺎﻝ : ﻫﺬﻩ ﻻ ﻳﺘﺰﻭﺟﻬﺎ ﺇﻻ ﺍﻟﻮﺯﺭﺍﺀ ﻣﺜﻠﻲ
Dan ketika menteri melihat gadis itu, ia
berkata: "tidak ada yang cocok untuk menikahinya, kecuali seorang
menteri seperti aku !"
ﻭﺃﻳﻀﺎ ﺗﺨﺎﺻﻤﻮﺍ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺣﺘﻰ ﻭﺻﻼ ﻷﻣﺮ ﺇﻟﻰ ﺃﻣﻴﺮ ﺍﻟﺒﻠﺪﺓ
Keributan terjadi lagi hingga sampailah mereka menghadap presiden
ﻭﻋﻨﺪﻣﺎ ﺣﻀﺮﻭﺍ ﻗﺎﻝ: ﺃﻧﺎ ﺳﺄﺣﻞ ﻟﻜﻢ ﺍﻟﻤﺸﻜﻠﺔ ﺍﺣﻀﺮﻭﺍ
ﺍﻟﻔﺘﺎﺓ
Presiden berkata: "Aku akan memutuskan
masalah kalian, bawa gadis itu kesini "!
ﻓﻠﻤﺎ ﺭﺁﻫﺎ ﺍﻷﻣﻴﺮ ﻗﺎﻝ ﺑﻞ ﻫﺬﻩ ﻻ ﻳﺘﺰﻭﺟﻬﺎ ﺇﻻ ﺃﻣﻴﺮ ﻣﺜﻠﻲ
Ketika presiden melihatnya, ia
berkata: "Tidak ada yang cocok untuk
menikahinya, kecuali seorang presiden
seperti aku !"
ﻭﺗﺠﺎﺩﻟﻮﺍ ﺟﻤﻴﻌﺎ
Terjadilah perdebatan antara mereka ...
ﺛﻢ ﻗﺎﻟﺖ ﺍﻟﻔﺘﺎﺓ
Tiba-tiba gadis itu berkata :
ﺃﻧﺎ ﻋﻨﺪﻱ ﺍﻟﺤﻞ !! ﺳﻮﻑ ﺃﺭﻛﺾ ﻭﺍﻧﺘﻢ ﺗﺮﻛﻀﻮﻥ ﺧﻠﻔﻲ
ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻳﻤﺴﻜﻨﻲ ﺃﻭﻻ ﺃﻧﺎ ﻣﻦ ﻧﺼﻴﺒﻪ ﻭﻳﺘﺰﻭﺟﻨﻲ
" Aku punya solusi!! Kita adakan perlombaan, aku akan berlari dan kalian
semua berlari di belakangku, siapa yang bisa mendapatkanku pertama kali, Aku
menjadi miliknya maka dialah yang menikahiku"
ﻭﻓﻌﻼ ﺭﻛﻀﺖ ﻭﺭﻛﺾ ﺍﻟﺨﻤﺴﺔ ﺧﻠﻔﻬﺎ ﺍﻟﺸﺎﺏ ﻭﺍﻷﺏ ﻭﺍﻟﻀﺎﺑﻂ ﻭﺍﻟﻮﺯﻳﺮ ﻭﺍﻷﻣﻴﺮ ﻭﻓﺠﺄﺓ ﻭﻫﻢ ﻳﺮﻛﻀﻮﻥ ﺧﻠﻔﻬﺎ ﺳﻘﻂ
Mereka semua menyetujuinya, ketika gadis itu berlari
kelima laki-laki: anak, ayah, petugas
polisi, menteri dan presiden berlari
mengejar gadis tersebut dari belakang
ﺍﻟﺨﻤﺴﺔ ﻓﻲ ﺣﻔﺮﺓ ﻋﻤﻴﻘﺔ
tiba-tiba kelimanya jatuh ke dalam sebuah lubang yang dalam
ﺛﻢ ﻧﻈﺮﺕ ﻋﻠﻴﻬﻢ ﺍﻟﻔﺘﺎﺓ ﻣﻦ ﺃﻋﻠﻰ ﻭﻗﺎﻟﺖ
sambil melihat mereka dari
atas, gadis itu berkata :
ﻫﻞ ﻋﺮﻓﺘﻢ ﻣﻦ ﺃﻧﺎ؟ ﺃﻧﺎ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ !
"Apakah kalian tahu siapa aku? Aku
adalah DUNIA !!
ﺃﻧﺎ ﺍﻟﺘﻲ ﻳﺠﺮﻱ ﺧﻠﻔﻲ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻭﻳﺘﺴﺎﺑﻘﻮﻥ ﻟﻠﺤﺼﻮﻝ
ﻋﻠﻰ ﻭﻳﻠﻬﻮﻥ ﻋﻦ ﺩﻳﻨﻬﻢ
Aku adalah sesuatu yg dikejar dan diperebutkan oleh semua orang, mereka berlomba untuk mendapatkan aku, hingga mereka lalai terhadap AGAMA
ﻓﻲ ﺍﻟﻠﺤﺎﻕ ﺑﻲ ﺣﺘﻰ ﻳﻘﻊ ﻓﻲ ﺍﻟﻘﺒﺮ ﻭﻟﻢ ﻳﻔﻮﺯ ﺑﻲ
Mereka bersenang-senang untuk mengejarku, sampai akhirnya masuk ke
LIANG KUBUR dan mereka sebenarnya  tetap tidak benar-benar memiliki diriku ".

ﺍﻟﻠﻬﻢ ﻻﺗﺠﻌﻞ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﺍﻛﺒﺮ ﻫﻤﻨﺎ
Ya allah janganlah engkau jadikan
dunia ini sebagai cita-cita (tujuan, pencapaian) terbesar kami, yang menyibukkan kami dan melalaikan mu.

Rabu, 20 April 2016

Bagaimana doa dikabulkan

5 Cara Allah Mengabulkan Do'a
 
وقد قالوا كل دعاء مجاب لكن اما بعين ما طلب او بخير مما طلب اما حالا او مألا او بثواب يحصل للداعي او بدفع ضر  منه

Para ulama mengatakan: "setiap do'a pasti dikabulkan".
Dengan cara-cara yang berbeda, tergantung hambanya (dengan melihat mashlahat yang terbaik baginya):

1. Allah mengabulkannya (sesuai) dengan apa yang diminta

2. Allah mengabulkannya dengan yang lebih baik dari yang diminta

3. Allah mengabulkannya seketika itu juga

4. Allah mengabulkannya, tetapi bukan pada waktu kita mengharapkan permintaan tersebut terjadi

5. Allah tidak mengabulkan apa yang diminta, tetapi Allah memberikan pahala kepada pendo'a karena dia sudah berdo'a atau memelihara dia dari kemudharatan.
Kemudharatan itu bisa jadi kemudharatan akhirat seperti perbuatan maksiat ataupun bisa jadi kemudharatan duniawi seperti sakit.

Dalil:
Kitab Al-Bajuri  'ala Fathil Qorib,Juz. I, Hal. 5

Hidup bahagia ala Islam

Tiga hal yang membawa penyakit :
1) ﺍﻟﻜﻼﻡ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮ
* Banyak bicara
2) ﺍﻟﻨﻮﻡ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮ
* Banyak tidur
3) ﺍﻷﻛﻞ ﺍﻟﻜﺜﻴﺮ
* Banyak makan
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
ﻭﺃﺭﺑﻌﺔ ﺃﺷﻴﺎﺀ ﺗﻬﺪﻡ ﺍﻟﺒﺪﻥ :
Empat hal yg merusak badan :
1) ﺍﻟﻬﻢ
* Duka / Sumpek (tanpa sebab)
2) ﺍﻟﺤﺰﻥ
* Sedih
3) ﺍﻟﺠﻮﻉ
* Lapar
4) ﺍﻟﺴﻬﺮ
* Tidak Tidur Malam
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
ﻭ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺗﺰﻳﺪ ﻓﻲ ﻣﺎﺀ ﺍﻟﻮﺟﻪ ﻭﺑﻬﺠﺘﻪ :
Empat hal menambah cerah wajah :
1) ﺍﻟﺘﻘﻮﻯ
* Bertaqwa
2) ﺍﻟﻮﻓﺎﺀ
* Menepati Janji
3) ﺍﻟﻜﺮﻡ
* Pemurah
4) ﺍﻟﻤﺮﻭﺀﺓ
* Menjaga Kehormatan
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
ﻭ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺗﺠﻠﺐ ﺍﻟﺮﺯﻕ :
Empat hal yang menarik rezeki :
1) ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﻠﻴﻞ
* Qiyamul Lail (Bangun Malam)
2) ﻛﺜﺮﺓ ﺍﻻﺳﺘﻐﻔﺎﺭ ﺑﺎﻷﺳﺤﺎﺭ
* Banyak istighfar waktu 2/3 malam
3) ﺗﻌﺎﻫﺪ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ
* Biasa Bersodaqah

4) ﺍﻟﺬﻛﺮ ﺃﻭﻝ ﺍﻟﻨﻬﺎﺭ ﻭﺁﺧﺮﻩ
* Berdzikr waktu pagi dan petang
ـــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ
ﻭثلاثة ﺗﻤﻨﻊ ﺍﻟﺮﺯﻕ
empat hal yg menjauhkan rezeki :
1) ﻧﻮﻡ ﺍﻟﺼﺒﺢ
* Tidur waktu pagi
2) ﻗﻠﺔ ﺍﻟﺼﻼﺓ
* Sedikit sholat
3) ﺍﻟﻜﺴﻞ
* Malas
ــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــــ

ﻛﻠﻤﺎ ﻫﻤﻤﺖ ﺑﻔﻌﻞ ﻣﻌﺼﻴﺔ ﺗﺬﻛﺮ ﺛﻼﺙ ﺁﻳﺎﺕ :
Setiap kali ingin membuat maksiat ingat
tiga ayat :
1-" ﺃﻟﻢ ﻳﻌﻠﻢ ﺑﺄﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺮﻯ "
"Tidakkah dia mengetahui bahwa Allah
sedang melihat"
2-" ﻭﻟﻤﻦ ﺧﺎﻑ ﻣﻘﺎﻡ ﺭﺑﻪ ﺟﻨﺘﺎﻥ "
"Siapa yg takut kepada kedudukan
Tuhannya baginya dua syurga"
3-" ﻭﻣﻦ ﻳﺘﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺠﻌﻞ ﻟﻪ ﻣﺨﺮﺟﺂ “
"Barang siapa yg bertaqwa kepada ALLAH maka ALLAH  Djadikan baginya jalan keluar"

Kamis, 24 Maret 2016

Ucapan Terakhir Habib Taufiq kepada ibunda

Sekapur sirih Habib Taufiq bin Abdul Qadir As-Segaf di hari terakhir ibunda tercinta beliau Al-Maghfurullah Hubabah Ruqayyah binti Habib Ja’far bin Syaikhon As-Segaf.
Jangan pernah sia-siakan kesempatan selagi orangtua anda masih hidup, kami sudah merasakan bagaimana kami ditinggal abah dan umi, sedikitpun kita tidak bisa membalas jasa mereka.
Suatu saat pernah ada seorang mengadu kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: “ya rasulullah aku menggendong ibuku ke ka’bah untuk Thowaf, Sa’i dan semuanya, apakah aku sudah bisa dikatakan cukup berbakti (sudah membalas jasa) kepada orangtuaku?”
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam: “apa yang telah kamu lakukan belum sebanding dengan 1 tarikan nafas ibumu saat melahirkan.
                Tidak ada yang pernah melebihi kasih sayang orangtua, siapa yang membersihkan ketika kita buang kotoran dulu, saat kita buang air kecil di malam hari mereka rela bangun mengantarkan dan membersihkan kita, disaat sakit mereka sabar merawat kita, sekarang jika kita sakit gigi pertama yang akan kita datangi adalah orangtua melapor kepadanya, tak punya kita mengadu keada orangtua, tapi kita tak pernah tahu mereka susah payah bahkan sampai berhutang, kita tidak tahu akan hal itu karen yang kita lihat mereka masih saja bisa tersenyum ketika melihat kita, walau sebenarnya di otak mereka banyak pikiran dan masalah.
                Tahukah anda pahala mencium Hajar Aswad tidak sebanding dengan anda mencium tangan kedua orangtua anda dengan Ta’dzim
Berapa banyak orang yang mengaku Da’i namun menyia-nyiakan orangtuanya...Naudzubillah
Meskipun anda Umroh dan Haji 1000x namun anda tidak berbakti kepada kedua orangtua, semua itu percuma.
                Beliau Al-Habib Taufiq menceritakan sedikit tentang ibundanya, beliau mengatakan terpaksa mengatakannya untuk saudara-saudara beliau, supaya beliau dan saudaranya bisa meniru pendidikan ibunda mereka dan mungkin dapat bermanfaat bagi kita semua:
-          Beliau mendidik langsung anak-anaknya Al-Qur’an mulai Alif sampai selesai, tanpa dititipkan di TPQ (maaf), kalau sekarang seorang anak dititipkan di TPQ atau memanggil seseorang kerumah agar dapat mengajari anaknya seakan tidak ada ittisar dan lepas tanggung jawab, dan intinya anak yang mengaji seperti itu biasanya menyebabkan anak tidak menghargai orangtua karena bukan orangtua yang mengajarkan namun orang lain.
-          Saya masih ingat ketika dulu ibunda kami  tidak pernah membiarkan anak-anaknya keluyuran diwaktu maghrib, dan mengharuskan kami berada dirumah sebelum maghrib, beliau berkata “Ayam itu kalau sudah sore pulang masa anak umi kalah sama ayam”.
-          Beliau selalu mendidik anaknya diwaktu antara maghrib dan isya’ dengan membaca rotib, yasin, tabarok mulai kecil sampai kita hafal.
-          Beliau sendiri tidak pernah meninggalkan bacaan Al-Qur’an bahkan sampai memakai kaca mata dan kaca pembesar sampai akhir wafat.
-          Saat saya dipuji seseorang beliau selalu mendudukkan saya dan marah ”Umi tidak senang kamu dipuji”, beliau mengajarkan kita selalu ikhlas, bahkan beliau pernah mengajak saya keliling, dan jika ada yang menjual foto-foto beliau dan Al-Habib Ja’far, beliau tidak suka, marah dan berdo’a “semoga  melarat yang menjual foto-foto beliau dan keluarganya”, makanya sekarang tidak ada yang berjualan foto Al-Habib Ja’far.
-          Beliau tidak pernah meninggalkan Al-Qur’an dan Dalilul Khairot.

Yang terakhir didiklah anak-anak anda agar menjadi anak yang shaleh jangan sampai anda meninggal mereka bangga mendapat warisan, selalu nasehati anak sebagaimana Nabi Ya’qub dan Nabi Ibrahim berpesan kepada anak-anaknya “Bagaiman setelah aku mati, Tuhan siapa yang kau sembah setelah aku mati”, jangan sampai menyesal saat kita mati bukan anak-anak kita yang membacakan Tahlil untuk kita, bukan anak kita yang ahli memegang (membaca) Al-Qur’an, akan tetapi anak kita pintar memegang alat-alat yang melalaikan (alat musik).
Tidak akan bisa kita membalas kebaikan orang tua kita kecuali Allah Subhaanahu wata’alaa
والله اعلم

Kamis, 24 Maret 2016.

Jumat, 18 Maret 2016

Mengenal Hawa Nafsu

            Ulama’ berbeda pendapat dalam menyikapi akan hakikat nafsu menjadi beberapa kesimpulan, yang garis besar sebagai berikut:
1-      Ada yang berpendapat bahwa nafsu itu adalah ruh pada hakikatnya, Ulama’ yang berpendapat demikian (berdalil) menyimpulkan dari salah satu ayat Al-Qur’an:
(ولو ترى إذ الظالمون في غمرات الموت والملائكة باسطوا أيديهم أخرجوا أنفسكم) أي أرواحكم "الأنعم - 93
2-      Dan ada yang mengatakan nafsu adalah dzat yang kesat mata yang bisa diketahui dan disadari keberadaannya, jika ditinjau dari hidupnya jasad karena adanya ruh maka ia dinamakan RUH, jika ditinjau dari segi syahwat maka ia dinamakan NAFSU, jika ditinjau dari segi ia bisa membedakan/berpikir maka disebut AKAL. Maka tiga nama yang berbeda itu sebenarnya sama, sama-sama satu dzat akan tetapi berbeda dalam sisi lain, yaitu dari segi manusia, nafsunya dan dzatnya, dan disifati berbeda-beda juga tergantung keadaannya yang berbeda.
Dan beberapa keadaan yang membedakan sifat (nama) nafsu tersebut adalah:
-          Jika nafsu tersebut tunduk dibaawah perintah kita (taat kepada agama) maka dinamakan Nafsu Mutmainnah, Allah SWT berfirman: (يأيهاالنفس المطمئنّة) الفجر – 27
-          Jika tidak benar-benar taat (masih melawan hawa nafsu) maka dinamakan Nafsu Lawwamah (mencela), dinamakan demikian karena nafsu tersebut mencela tuannya ketika lalai (berbuat salah), contoh: setelah berbuat dosa hati kita (bisikan) menyesal atas apa yang kita perbuat dan mencela/menyalahkan diri kita sendiri. Allah SWT berfirman: (ولا أقسم بالنفس اللّوّامة) القيامة – 2
-          Apabila nafsu itu tunduk kepada syahwat dan bisikan-bisikan syetan, maka ia dinamakan Nafsu Ammarah, Allah SWT berfirman (hikayat dari perkataan nabi yusuf as.): (وماأبرّئ نفسي إن النفس لأمّارة بالسوء إلا مارحم ربّي غفوررّحيم) يوسف – 53
-          Apabila nafsu itu pandai memanipulasi (menyerupakan) keburukan dengan kebaikan, dan membungkus kebathilan dengan haq[1], maka nafsu tersebut dinamakan Al-Musawwalah (yang memanipulasi/menyerupai), Allah SWT berfirman (hikayat perkataan nabi ya’qub as. Kepada putranya): (قال بل سوّلت لكم أنفسكم أمرًا) يوسف – 18.



[1] Sebagaimana dalam qaidah yang ma’ruf: كلمة الحق تريد بهاالباطل

Selasa, 08 Maret 2016

memahami wanita

Ada seorang pria yang bersumpah tidak akan menikah sampai dia bertanya kepada 100 orang yang berpengalaman tentang bahayanya wanita, setelah dia bertanya kepada 99 orang dia keluar mencari satu orang terakhir siapapun orang yang akan dia temui, sampai dia melihat seorang pria sederhana dan kumuh, dia memberi salam dan bertanya: boleh aku bertanya suatu hal padamu?
Silahkan saja tanyakan apa yang ingin kau ketahui…
Aku merasa wanita itu tidak mudah dan memiliki sifat-sifat yang berbahaya… akhirnya aku bersumpah tidak akan menikah sampai aku meminta pendapat kepada 100 orang, bagaimana menurut mu?
Kau harus tahu wanita itu ada 3 macam:
-   Wanita yang baik untuk mu:  dia adalah gadis yang lembut yang menjaga dirinya hanya untuk mu, jika dia melihat kebaikan mu dia akan tersenyum dan bersyukur kepada allah. Jika dia melihat keburukan mu, dia akan tetap tersenyum dan berkata tidak apa-apa semua pria juga gitu.
- Wanita yang menyengsarakan mu: dia wanita yang sering menyalahkan mu dan jarang menyenangkan mu, dia egois dia mudah marah dia ingin keingannya di turuti dan tidak mau menuruti mu.
-    Wanita yang tidak menyengsarakan mu tapi juga tidak baik untuk mu: dia adalah wanita yang jika melihat kebaikan mu berkata, ini yang membuat ku jatuh cinta, dan ketika melihat keburukan mu dia berkata, kamu tidak seperti pria itu, dulu pria itu seperti ini, andai saja pria itu dia pasti sudah begini (dia akan membandingkan mu dengan pria lain yang dia kenal)



(kitab Nawadir, hal. 176)

buruk bagi pria baik bagi wanita

            Ternyata ada beberapa sifat buruk lelaki yang menjadi baik jika sifat-sifat itu dimiliki oleh seorang wanita:
-          Pelit, salah satu sifat yang buruk apabila dimiliki seorang lelaki akan tetapi bisa menjadi sifat yang baik jika dimiliki seorang wanita, dengan tanda kutip yang di maksud adalah jika wanita itu pelit maka dia akan menjaga hartanya dan harta suaminya (tidak suka belanja yang tidak perlu).
-          Cuek, yang di maksud disini adalah seorang wanita yang tidak berbicara dengan nada yang rendah, halus, lembut (merayu)
-          Penakut, wanita yang penakut yang di maksud adalah tidak mau bergaul dan tidak suka keluar rumah, dan menjaga dirinya dari tempat-tempat yang menghawatirkan, sehingga dia menjaga dirinya hanya untuk suaminya.


(perkataan sayyidina ali bin abi thalib – kitab: ihya’, juz 2, hal. 35)

apa itu Gerhana

 Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Dan diantara tanda-tanda kekuasaannya adalah malam, siang, matahari dan bulan, Janganlah kalian sujud (menyembah) matahari maupun bulan, tapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kalian hanya menyembahnya” (Fushshilat: 37)
Gerhana yang terjadi adalah tanda kekuasaan Allah SWT dan tanda untuk menunjukkan kepada semuanya bahwa tidak ada yang sempurna kecuali sang Pencipta.
Secara tidak langsung Allah SWT juga ingin menunjukkan bahwa Bulan, Matahari yang disembah sebagain orang tidaklah sempurna, keduanya tidak terus terang bersinar.
            Allah SWT memberi kita akal untuk berpikir dan agar bias memilah antara kebenaraan dan hal yang salah, terutama dalam hal kepada siapa kita menyembah, jangan pernah kita dahulukan ego cobalah jernihkan pikiran sebelum mengambil langkah besar dalam hidup kita, sebagai mana yang dinyatakan Sayyidina Umar bin Khattab: ketika melihat bebatuan dan roti beliau tiba-tiba tertawa, sahabat yang melihatnya pun bertanya akan prihal itu, beliau menjawab “aku bingung akan apa yang aku lakukan dahulu, aku membuat patung dari batu yang aku pahat sendiri dari kedua tanganku lalu aku menyembahnya, bahkan terkadang aku membuatnya dari bahan roti (gandum), maka apakah tidak berpikir hal itu sungguh tidak masuk akal”.
Apa yang sebenarnya kita sembah, yang kita percayai dapat melindungi kita, yang dapat memberi rezeqi dan musibah? Apakah Patung dari batu yang di pahat oleh tangan manusia itu sendiri! Ataukah dewa-dewa dengan wujud yang sebagiannya terlihat dengan bentuk yang aneh dan tidak rasio! hewan-hewan seperti kera atau sapi yang mereka sendiri kita tahu tak memiliki akal! Ataupun sesame manusia yang dianggap anak tuhan atau tuhan yang menjelma dan seterusnya dengan paradigm yang terlalu dipaksa agar rasional dan dapat diterima akal?!
            Tidakkah kita hargai anugrah akal dan kecerdasan yang kita miliki ini, mulailah berpikir dengan jernih, tenangkan pikiran dan hati kita jangan ego dengan hal-hal yang menentukan arah kehidupan kita. Sadar dan ingat penyesalan pasti akan datang di akhir, haruskah kita sadar setelah semuanya terlambat dan menyesal.
            Kita berdoa agar mendapat perlindungan Allah SWT dan mendapat hidayah agar hati kita terbuka untuk melihat kebenaran, dan mudah-mudahan langkah kaki kita telah benar untuk mendapatkan kebahagiaan yang bukan hanya didunia fana ini tapi mendapat nimat dan dapat bahagia di akhirat yang kekal kelak.
Dari sahabat Mughirah bin Syu’bah, Nabi Shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda:
{إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللهِ لاَ يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ, وَلاَ لَحِيَاتِهِ, فَإِذَا رَأَيْتُمُو هُمَا فَادْ عُوا اللهَ وَصَلُّوا حَتَّى تَنْكَشِفَ}

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah salah satu tanda kebesaran Allah. Tidaklah terjadi gerhana matahari dan bulan karena kematian seseorang atau karena kelahiran seseorang. Apabila kalian melihat (gerhana) matahari dan bulan, maka berdoalah kepada Allah dan sholatlah hingga tersingkap kembali.” (HR. Al-Bukhari no. 1043, dan Muslim no. 915)

Kamis, 03 Maret 2016

1 tidak ada 2 nya, 2 tidak ada 3 nya, 3 tidak ada 4 nya dan seterusnya sampai 22

1. Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
2. Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman:
Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda (kebesaran kami).” (Al-Isra’: 12).
3. Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika menegakkan kembali dinding yang hampir roboh.
4. Empat yang tiada limanya adalah Kitab-kitab yang Allah SWT turunkan kepada Rasulnya Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur’an.
5. Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.
6. Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ketika Allah SWT menciptakan makhluk.
7. Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis Allah SWT berfirman: “Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis, kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang”. (Al-Mulk: 3).
8. Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,”Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat menjunjung ‘Arsy Rabbmu di atas(kepala) mereka.” (Al-Haqqah: 17).
9. Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu’jizat yang diberikan kepada Nabi Musa: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang dan *
10. Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah kebaikan. Allah SWT berfirman: “Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat”. (Al-An’am: 160).
11. Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Nabi Yusuf
12. Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu’jizat Nabi Musa yang terdapat dalam firman Allah: “Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, ‘Pukullah batu itu dengan tongkatmu.’ Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air” (Al-Baqarah: 60).
13. Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.
14. Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh, Allah SWT berfirman: “Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menyingsing”. (At-Takwir: 18).
15. Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
16. Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf , yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, “Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala.” Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka,” tak ada cercaan terhadap kalian.” Dan ayah mereka Ya’qub berkata: “Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
17. Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara keledai” (Luqman: 19).
18. Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta  Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.
19. Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, “Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim.” (Al-Anbiya’: 69).
20. Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).
21. Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT: “Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar” (Yusuf: 28).

22. Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari, maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.