Belajar Mendengarkan
Minggu, 26 Oktober 2025
FEODALISME PESANTREN
Rabu, 22 Oktober 2025
𝗗𝗮𝗳𝘁𝗮𝗿 𝗣𝗼𝗻𝗱𝗼𝗸 𝗣𝗲𝘀𝗮𝗻𝘁𝗿𝗲𝗻 𝗔𝗵𝗹𝘂𝘀𝘀𝘂𝗻𝗻𝗮𝗵 𝗪𝗮𝗹 𝗝𝗮𝗺𝗮’𝗮𝗵 (𝗔𝗦𝗪𝗔𝗝𝗔) 𝗧𝗲𝗿𝘁𝘂𝗮 𝗷𝗮𝘂𝗵 𝗦𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗠𝗲𝗿𝗱𝗲𝗸𝗮 𝗛𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗲𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗿𝗼𝗸𝗹𝗮𝗺𝗮𝘀𝗶 𝗞𝗲𝗺𝗲𝗿𝗱𝗲𝗸𝗮𝗮𝗻 𝗥𝗜
KORELASI ZAMAN RASULULLAH DAN AKHIR ZAMAN
Selasa, 28 Januari 2020
7 BENDA YANG BERASAL DARI SURGA
Pada saat Nabi Adam diturunkan oleh Allah ke dunia, ada beberapa benda yang juga diturunkan beserta beliau. Diantara benda-benda tersebut adalah :
1. Hajar aswad (حجر الاسود)
Batu hitam ini berasal dari surga yang terbuat dari permata yang sangat putih melebihi putihnya susu, namun cahaya putih yang ada padanya telah padam dikarenakan banyaknya dosa anak-cucu adam. Sebagaimana dikatakan dalam hadis:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « نَزَلَ الْحَجَرُ الأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِى آدَمَ »
Dari ibnu ‘abbas radhiallahu’anhuma, beliau berkata bahwa rasulullah SAW bersabda ,”hajar aswad turun dari surga padahal batu tersebut lebih putih dari pada susu, dosa manusia yang membuat batu tersebut menjadi hitam.”(HR. Turmidzi)
2. Batu Maqam Nabi Ibrahim (مقام ابرهيم)
Yaitu batu yang membantu Nabi Ibrahim dalam proses pembuatan Baitullah (Ka'bah), batu ini mempunyai kelebihan berupa naik dan turun, ketika Nabi Ibrahim perlu meletakkan batu-batuan dan tanah pada tempat yang tinggi dari Ka'bah maka Nabi hanya cukup berdiri diatas batu Maqam tersebut, sehingga batu tersebut megangkat Nabi ke atas, dan ketika selesai maka ia turun pula dengan sendirinya ke bawah hingga mendekati Nabi Ismail yang berada di bawah untuk mengambil batu-batuan bangunan, di batu tersebut masih tersisa bekas kedua tapak Nabi Ibrahim, batu yang berasal dari surga ini dulunya juga memancarkan cahaya putih sama seperti Hajar aswad, namun Allah telah memadamkan cahayanya karena seandainya cahaya tersebut masih ada, digabungkan dengan cahaya Batu Hajar Aswad maka akan menerangi seluruh bagian yang ada di antara ufuk timur dan ufuk barat.
3. Kayu dupa/bukhur (عود البخور)
Kayu ini salah satu jenis kayu yang mempunyai wangi-wangian yang sangat harum, di daerah indonesia biasa disebut kayu kemenyan ataupun dupa, cara penggunaannya cukup sederhana yaitu dengan cara membakarnya sehingga asap dari kayu tersebut akan menyebarkan bau wangi, sunat bagi kita membakar kayu bukhur (kemenyan) ketika berzikir kepada Allah, di majelis ilmu dan pula di samping si mayit karena manakala ada bau yang tidak sedap dari si mayit dapat ditutup oleh bau kayu kemenyan tersebut sebagaimana yang telah dijelaskan dalam kitab Al-Majmu' Syarah Muhazzab juzu' 3 hal 160. di antara keutamaan kayu ini adalah dapat mencegah datangnya kutu pada pakaian, sebagaimana dikatakan oleh imam jalaluddin As sayuti :” siapa yang membakar kayu kemenyan kemudian diasapkan pada pakaian insyaallah terhindar pakaiannya dari pada kutu selamanya.”
4. Tongkat Nabi Musa (عصا موسى)
Tongkat ini bukan tongkat biasa karena tongkat ini berasal dari surga, terbuat dari kayu Aas (الآس) yang merupakan tanaman mulia. Tongkat yang pernah berubah menjadi ular yang sangat besar dan membelah laut merah ini merupakan salah satu dari 9 Mu'jizat yang Allah berikan dari surga kepada Nabi Musa as.
5. Daun-daunan Pohon Tin (اورق التين)
Ketika Nabi Adam as memakan buah khuldi, maka seketika itu pula terlepaslah pakaian Nabi Adam tanpa sehelai benang pun di tubuh beliau, kemudian Nabi Adam mengambil dedaunan yang ada di surga untuk menutupi tubuhnya karena malu, namun dedaunan tersebut malah menjauh dari beliau, tapi ada satu dedaunan yang merasa iba kepada Nabi Adam yaitu daun-daun pohon Tin, karena daun Tin tidak sanggup melihat kondisi Nabi Adam pada saat itu. inilah daun-daunan yang sangat berjasa bagi Nabi Adam as. Sehingga daun Tin ini Allah berikan kelebihan padanya berupa buah yang manis tanpa berbiji.
6. Cincin Nabi Sulaiman As (ختام سليمان)
Cincin ini merupakan Mu'jizat yang Allah berikan kepada Nabi Sulaiman as, dalam hadis dikatakan bahwa cincin ini terdapat ukiran tulisan لا إله إلا الله محمد رسول الله kelebihan cincin ini apabila dipakai oleh Nabi Sulaiman maka tunduk dan patuhlah segala makhluk kepada beliau seperti para jin, setan, angin dan lain sebagainya. Apabila beliau melapaskan cincin tersebut maka hilanglah pengaruh tunduk dan patuh tersebut.
7. Batu-batuan yang Nabi Muhammad Saw ikat di Perut Beliau
Batu ini adalah batu-batu yang berukuran kecil yang oleh Nabi Muhammad Saw diikatkan pada ari perutnya saat beliau dalam keadaan lapar, karena dengan melakukan hal tersebut dapat mengurangi rasa lapar yang beliau rasakan. Subhanallah...
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩
Sumber : i'anatut talibin hal 295 jilid 2.
Syarqwi 'alat tahrir hal 472 jilid 1.
Tafsir jalalaini hal 442 jilid 3 .
Senin, 11 November 2019
Bacaan agar makanan menjadi sehat
Maulid selalu makan malam takut sakit? (RESEPI WIRID) AGAR MAKANAN TIDAK MEMBAHAYAKAN TUBUH
Didalam kitab "Kaifa Takunu Ghaniyyan" Hal ; 36 dijelaskan, bahwasannya Al-Habib Sa'ad Muhammad Bin Alawi Al-Aydrus ra. berkata:
«سورة (قريش) من قرأها زال همه وحزنه ووسوسته، ومن قرأها على مطعوم أذهب الله مضرته
Barang siapa yang membaca Surat Quraisy, maka akan hilang kesusahan dan rasa was² nya. Dan barang siapa yang membacanya pada makanan, maka Allah SWT akan menghilangkan mudharat nya (pada tubuh)" Catatan : Seringkali kita dihantui rasa cemas dan takut setiap ada orang yang menghidangkan makanan pada kita. Mau minum kopi, khawatir maag kumat. Mau makan gulai kambing, khawatir darah tinggi kambuh. Mau minum yang manis², khawatir kencing manis. Mau minum yang pahit², takut nyerang ke liver. Maka bacalah surat tersebut. InsyaAlloh aman.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
ِلِإِيلَافِ قُرَيْشٍ (١) إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ (٢) فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ (٣) الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ (٤)
Rabu, 03 Juli 2019
Jasa Besar Pejuang Kebenaran, Wajib Disyukuri bukan dimusuhi !
Oleh : Muhammad Hanif Alathas, Lc.
Al-Imam Ibnul Arobi al-Maliki menyatakan bahwa Amar Makruf Nahi Munkar adalah salah satu misi utama dari diutusnya para Nabi (Faidhul Qodir 5/522), karenanya al-Imam al-Mawardi menerangkan bahwa para Ulama generasi salaf turun tangan secara langsung untuk menegakkan Amar Makruf Nahi Munkar lantaran manfaatnya yang meluas dan pahalanya yang sangat besar (al-Ahkam as-Sulthoniyyah 373 ).
Lembaran sejarah begitu banyak memuat gambaran ketegasan para ulama lintas generasi dalam menegakkan Amar Makruf Nahi Munkar. Diantaranya seorang Ulama dari Dzuriyyah Rosulullah saw, yaitu al-Imam al-Habib Ahmad bin Abdullah bin Tholib al-Athos yang di makamkan di pemakaman Sapuro, Pekalongan, Jawa Tengah.
Kisah ketegasan beliau dalam menyuarakan kebenaran sangatlah Masyhur dan selalu dibacakan dalam haul beliau yang diadakan setiap pertengahan bulan Sya'ban, sehingga tidak ada kemunkaran apapun yang nampak di hadapannya atau terdengar olehnya kecuali beliau lawan kemunkaran itu tanpa pandang bulu. Tak peduli siapa yang beliau hadapi, mulai dari rakyat jelata sampai Pejabat Pribumi bahkan Penguasa Belanda yang saat itu berkuasa di tanah Jawa. Beliau tak menghiraukan resiko apapun yang menghadang, karena yang beliau harapkan hanya Ridho Allah swt.
Alhabib al-Arif billah Ali bin Husein Alathas yang dikenal dengan Habib Ali Bungur dalam kitabnya Tajul A'roos ( 2/ 318) menceritakan dari al-Habib al-Arif Billah Alwi bin Muhammad bin Thohir al-Haddad ( Empang, Bogor) bahwasanya al-Habib al-Imam Muhammad bin Idrus al-Habsyi ( Yang dimakamkan di Ampel, Surabaya ) sangat menyanjung keberanian dan ketegasan al-Habib al-Imam Ahmad bin Abdullah bin Tholib al-Athos dalam menegakkan Amar Makruf Nahi Munkar, dalam sebuah kesempatan Beliau mengatakan :
الحمد لله على وجوده بين ظهرانينا فإن ذلك مما يدل على بركة عصرنا و إنه لم يتودع منا.
" Puji Syukur Bagi Allah atas keberadaan Habib Ahmad al-Athas di tengah-tengah kita, karena hal tersebut menandakan adanya keberkahan pada zaman ini, dan Allah tidak meninggalkan kita "
Al-Habib Alwi al-Haddad (Empang Bogor) menjelaskan bahwa dalam ungkapan di atas Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi mengisyaratkan kepada Sabda Nabi saw :
إذا رأيت أمتي تهاب فلا تقول للظالم يا ظالم فقد تودع منهم ( أخرجه الحاكم في المستدرك و صححه الذهبي )
" Jika Ummatku sungkan utk mengatakan kepada orang dholim : HEI DZHOLIM !!! maka Ummat ini telah ditinggalkan "
Dalam kitabnya Faidhul Qodir, al-Hafidz al-Munawi menjelaskan bahwa maksud dari Sabda Nabi saw bahwa ummatnya telah ditinggalkan (فقد تودع منهم) adalah diamnya Ummat Terhadap Kedholiman menyebabkan Keberadaan mereka tiada artinya, bahkan mereka dihinakan Oleh Allah, Kedzholiman dan kemunkaran itu dibiarkan terus terjadi sehingga mereka akan mendapat hukuman dari Allah swt naudzubillah min dzalik.
Karenanya, Keberadaan para Ulama Istiqomah yang tetap lantang menyuarakan Haq itu Haq dan Bathil itu Bathil, WAJIB disyukuri oleh Ummat. Mereka berani mengambil resiko dicaci, dimaki, diancam, di-intimidasi, dipenjara bahkan dibunuh, demi KEMASLAHATAN UMMAT.
Mereka tidak mencari harta atau tahta, andai mereka menginginkan harta dan tahta maka diamnya mereka akan membuat mereka berlimpah harta dan memangku tahta. Nyatanya, mereka menolak harta dan tahta, memilih jalan yang penuh resiko dan lika liku demi menyuarakan kebenaran semata-mata mengharapkan ridho Allah dan keselamatan Ummat.
Mereka adalah ASET BESAR UMMAT, keberadaan mereka menjadi penyebab turunnya rahmat dan tanda masih adanya keberkahan ditengah-tengah kita.
Oleh karena itu, silahkan Ulama dan Umat Islam berjuang dengan jalan pilihannya masing-masing, selama masih dalam koridor Syariat. karena banyak jalan menuju Mekkah, alias banyak cara berjuang menuju Ridho Allah. Namun, kita WAJIB menjaga dan mendukung perjuangan mereka yang menegakkan Amar Makruf Nahi Munkar serta berjuang melawan kedzholiman, jika tidak mau mendukung secara langsung, minimal sisipkan mereka dalam setiap Munajat. Jangan malah menari mengikuti irama gendang orang-orang dzholim dengan membenci, memusuhi dan mencaci para pejuang kebenaran. Padahal disadari atau tidak, Ummat punya HUTANG JASA besar kepada mereka !!!
Semoga Allah kumpulkan kita bersama Para Ulama dan Pejuang pembela kebenaran di dunia dan Akhirat. Amiiin.
Rabu, 05 Juni 2019
Tanya-jawab seputar puasa sunnah syawal dan qodho
PUASA SUNNAH SYAWAL : HARUSKAH BERURUTAN? BOLEHKAH DIGABUNG NIATNYA DENGAN PUASA QODHO?
Puasa sunnah Syawal selama 6 (enam) hari adalah termasuk sunnah yang dikukuhkan. Enam hari itu bisa secara berurutan dan juga boleh dipisah – pisah yang penting puasa itu dilakukan di bulan Syawal. Adapun bagi seseorang yang pernah punya hutang puasa seperti wanita haid, jika ingin mengqodho maka tidak diperkenankan menggabung antara niat qodo dengan puasa Syawal. Akan tetapi jika ia melakukan puasa qodho dengan niat qodho bertepatan di hari Syawal secara otomatis ia akan mendapatkan pahala puasa di bulan Syawal. Jadi cara niatnya cukup niat puasa qodho saja dan disaat itu ia mendapatkan pahalanya puasa Syawal.
Maka dihimbau bagi wanita atau siapapun yang mempunyai hutang puasa hendaknya diqodho di bulan Syawal agar mendapatkan pahalanya Syawal sekaligus. Tapi ingat niatnya tetap niat mengqodho saja. Adapun jika puasa Syawal digabung dengan puasa sunnah yang lainnya adalah boleh. Bagi orang yang tidak punya hutang ingin menggabung antara puasa Syawal dengan puasa Senin adalah bagus. Misalnya : “ Saya niat puasa Senin digabung dengan niat puasa Syawal…” atau “ puasa Kamis dengan puasa Syawal.. “ atau “ puasa Daud dengan puasa Syawal..” adalah boleh. Semoga Allah menjadikan kita ahli ibadah dan semoga Allah menerima amal kita. Wallahu a’lam bisshowab