Minggu, 26 Oktober 2025

FEODALISME PESANTREN

Sumber daya manusia di Indonesia terbilang rendah, bahkan digadang-gadang tertinggal lima puluh tahun dibandingkan negara maju, bukan tanpa alasan melainkan sebab bad character atau toxic personality yang sudah menjamur, diantaranya:
1. Lebih suka bermain dibandingkan belajar
Sudah menjadi rahasia umum, masyarakat Indonesia saat ini tidak tahu/tidak peduli mana yang benar mana yang salah (reason and lesson), kalau salah satu hal lagi heboh semua orang mengikuti dan menjadikan tranding trend tanpa memandang baik buruknya (typical fomo).
Masyarakat tengah mengidap melicious joy atau schadenfreude (teori psikologis); Kebahagiaan yang didapat dari kejadian yang lucu, kesulitan atau kemalangan orang lain. Dampak negatif dari trend ini adalah munculnya (iri) pemikiran: “kenapa cuma gitu aja bisa trend? Dapet duit”, akhirnya masyarakat akan berlomba-lomba untuk lebih parah lagi
Fenomena ini juga bermain di ranah psikologi masyarakat dengan memanfaatkan rasa simpati dan empati; Sebab kasian, care, atau lucu muncul simpati kita, dan itu terjadi (orang bisa simpati dan empati pada hal itu) karena ada hormon dalam otak manusia yang mengganggu rasa simpati dan mengganggu rasa empati. Hormon ini disebut; Hypothalamic Neuropeptides Oxytocin, oxytocin adalah hormon cinta, hormon bahagia ketika melihat sesuatu yang bersifat ediktif, dan alur ini yang menjadikan “make stupid people famous”.
Islam memandang fenomena ini sebagai:
عَنِ الْإمَامِ الْغَزَّالِي (في أيها الولد), مِنْ عَلَامَةِ إعْرَاضِ اللهِ تَعَالَى عَنِ الْعَبْدِ اشْتِغَالُهُ بِمَا لَا يَعْنِيْهِ. مُوَافِقٌ بِمَا جَاءَ عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلّم : (مِنْ حُسْنِ إِسْلامِ المَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَيَعْنِيْهِ) حَدِيْثٌ حَسَنٌ، رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَغَيْرُهُ هَكَذَا.
Seseorang yang lebih suka melakukan hal-hal tidak penting (karena iseng atau sebab sepele lain), menunjukkan bahwa karakternya tidak baik dan Allah Subhanahu Wata’ala berpaling/tidak lagi peduli kepadanya.
2. Lebih suka merusak dibandingkan membangun atau menjaga
Fokus mayoritas masyarakat Indonesia saat ini lebih condong kepada kritik dibandingkan apresiasi, semisal ada individu atau instansi yang memiliki kelebihan dan kekurangan, kita bisa melihat respon netizen akan lebih kepada kekurangannya dibandingkan kelebihannya.
Potongan informasi dari sosial media lebih dipercaya dibandingkan informan kredibel atau melakukan konfirmasi (tabayyun), sikap terburu-buru dalam menghakimi menunjukkan bad character atau toxic personalty yang menjadi sebab utama rendahnya sumber daya manusia kita.
Feodalisme ideologi, adalah orang-orang yang lebih menghargai status sosial berdasarkan kekayaan atau kekuasaan seperti artis sosmed yang diikuti sebab popularitas, subscriber, dibandingkan kredibilitasnya.
عَن أبي هُرَيرةَ رَضِيَ الله عَنه أنَّ النَّبيَّ صلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِذَا وُسِّدَ الْأَمْرُ إِلَى غَيْرِ أَهْلِهِ فَانْتَظِرْ السَّاعَةَ (رواه البخاري : ٦٤۹٦)
Apabila suatu perkara diberikan kepada (dibahas oleh) yang bukan pakarnya (tidak kredibel) maka pasti akan menyebabkan kerusakan.
Feodalisme adalah sistem sosial, politik, dan ekonomi. Diambil dari kata Feodum yang berarti tanah sebagai sumber kekayaan, sederhananya feodalisme adalah sistem hierarki yang kaku (pemaksaan atau pemerasan) berdasarkan status sosial dari kekayaan atau kekuasaan.
Melawan sumber daya manusia rendah harus dengan cara memberi kesadaran akan pentingnya ilmu (kegiatan belajar mengajar), memilih dan memilah informasi, menghargai kredibilitas dibandingkan status sosial. Memberi kesadaran tidak bisa dengan sebatas mengajar, harus ada proses mendidik dan keteladanan.
Keteladan berarti pendidik melakukan, membiasakan, dan memberikan contoh, kemudian peserta didik diminta untuk melakukan dan membiasakan seperti yang dicontohkan, dalam ranah etika sosial (sopan santun) terkadang pendidik perlu memerintah atau bahkan memaksa peserta didik, karena tidak mudah untuk memiliki kebiasaan atau menanamkan etika baik menjadi karakter, meskipun terkesan ada hierarki status sosial, atau paksaan, tetap tidak bisa disebut praktek feodalisme apalagi perbudakan, karena dasarnya adalah ilmu dan peserta didik tetap memiliki kebebasan.
Agar lebih mudah untuk memahami feodalisme, bisa kita pelajari dari sisi epistimologi bahasa Arab الإقْطَاعِيَّة yang berasal dari suku kata قَطَعَ dan memiliki arti memutus atau memotong, sebab feodalisme berarti memotong Humanity menjadi kasta rendah dan tinggi.
Menghormati berlebihan? Tidak ada kata berlebihan bagi orang tua termasuk guru yang sangat berjasa mendidik, membesarkan, dan membentuk karakter kita, mungkin bagi sebagian orang berlebihan, tapi bisa jadi bagi yang lainnya sepadan, sebab semua itu tergantung seberapa besar jasa orang tua dan gurumu kepadamu, tentu setiap orang pasti memberi dan menerima dengan skala yang berbeda, tapi bagi Muslim pelajari Tafsir Surah al-Isra’ ayat 23-24, kalian akan mendapatkan penjelasan bahwa “kita harus menghormati dan berbakti kepada orang tua dan guru semaksimal mungkin dengan cara apapun”.
Penutup, tulisan ini tidak menafikan oknum yang mencoreng nama baik pesantren dan tindakan tidak terpuji lainnya, namun kita harus moderat dan bijak dengan tidak memukul rata bahwa semua pesantren sama hanya karena sebagian melakukan kesalahan.
“apabila tanganmu terluka cukup obati bagian yang luka, tidak perlu memotongnya”.

Rabu, 22 Oktober 2025

𝗗𝗮𝗳𝘁𝗮𝗿 𝗣𝗼𝗻𝗱𝗼𝗸 𝗣𝗲𝘀𝗮𝗻𝘁𝗿𝗲𝗻 𝗔𝗵𝗹𝘂𝘀𝘀𝘂𝗻𝗻𝗮𝗵 𝗪𝗮𝗹 𝗝𝗮𝗺𝗮’𝗮𝗵 (𝗔𝗦𝗪𝗔𝗝𝗔) 𝗧𝗲𝗿𝘁𝘂𝗮 𝗷𝗮𝘂𝗵 𝗦𝗲𝗯𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝗠𝗲𝗿𝗱𝗲𝗸𝗮 𝗛𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗠𝗲𝗻𝗷𝗲𝗹𝗮𝗻𝗴 𝗣𝗿𝗼𝗸𝗹𝗮𝗺𝗮𝘀𝗶 𝗞𝗲𝗺𝗲𝗿𝗱𝗲𝗸𝗮𝗮𝗻 𝗥𝗜



1. Th 899 : Pondok Pesantren Dayah Cot Kala - Peureulak. Konon disebut sbg Ponpes Tertua di Nusantara (1.126 tahun lalu) sejak Zaman Kerajaan Islam Peureulak di Aceh. 

2. Th 1475 : Pondok Pesantren tertua di Jawa, Ponpes Al-Kahfi Somalangu di Kebumen - Jawa Tengah. (550 tahun lalu) Pendiri : Sayyid Abdul Kahfi Al-Hasani dan Sayyid Muhammad Ishom Al-Hasani.  

3. Th 1609 : Pondok Pesantren Luhur Dondong di Semarang. (416 tahun lalu)  Pendiri : Kyai Syafi’i Pijoro Negoro (jabatan : salah satu Komandan Militer Pasukan Mataram Islam era Sultan Agung Hanyokrokusumo saat menyerang benteng VOC di Batavia) 

4. Abad ke-16 : Pondok Pesantren / Dayah / Ma’had Baitul Maqdis di Gampong Bitay, Aceh. Pendiri : Sultan Sayyid Al-Mukammil Alauddin Ri’ayat Syah bekerja sama dengan Kesultanan Ottoman, khusus ma’had / sekolah agama berbasis militer dan didominasi oleh materi-materi militer untuk melawan penjajah kafir VOC.
Salah satu alumninya : Laksamana Keumalahayati dan para Inong Balee alumni Ma’had tersebut. 

5. Th 1702 : Pondok Pesantren Nazhatu Thullab / Prajjan di Sampang, Madura. (323 tahun lalu) Pendiri : Kyai Abdul Allam (Pang Ratoh Bumi) 

6. Th 1710 : Pondok Pesantren Cangaan, Bangil (Pasuruan). (315 tahun lalu) Pendiri : Syekh Jalaluddin / Syekh Abdul Qodir (Mbah Lowo Ijo). 

7. Th 1715 : Pondok Pesantren Babakan (Cirebon). (310 tahun lalu)  KH. Hasanudin bin Abdul Latif (Ki Jatira). 

8. Th 1718 dirintis / Th 1745 berdiri : Ponpes Sidogiri – Pasuruan (307 Th sejak dirintis / 280 tahun sejak berdiri). Pendiri : Sayyid Sulaiman Basyaiban. 

9. Th 1720 : Pondok Pesantren Mojosari, Loceret (Nganjuk). (305 tahun lalu) Pendiri : KH. Ali Imron dari Bojonegoro. 

10. Th 1742 : Pondok Pesantren Tegalsari Ponorogo / Gebang Tinatar. (283 tahun lalu) Pendiri : Ki Ageng Muhammad Besari. 

11. Th 1750 : Pondok Pesantren Jamsaren (Solo). (275 tahun lalu) Pendiri : Kyai Jamsari (didirikan pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Pakubuwono IV). 

12. Th 1750 : Pondok Pesantren Buntet (Cirebon). (275 tahun lalu) Pendiri : Mufti Agung Kesultanan Cirebon Kyai Muqoyyim (Mbah Muqoyyim). 

13. Th 1753 : Pondok Pesantren Qomaruddin (Bungah, Gresik). (272 tahun lalu) Pendiri : Kyai Qomaruddin. 

14. Abad ke-17 : Pondok Pesantren / Dayah Ma'hadul Ulum Diniyyah (MUDI) Mesra, Samalanga (Aceh). Pendiri : Faqeh Abdul Ghani 

15. Th 1768 : Pondok Pesantren Miftahul Huda (Gading, Malang). (257 tahun lalu) Pendiri : KH. Hasan Munadi (sering disebut Pondok Gading). 

16. Th 1779 : Pondok Pesantren Balerante (Cirebon). (246 tahun lalu) Pendiri : KH. Romli (Ki Buyut Romli).  

17. Th 1779 : Pondok Pesantren Salafiyah (Pasuruan). (246 tahun lalu) Pendiri : Kyai Hasan Sanusi (Mbah Slagah); kemudian dikembangkan oleh KH. Hamdani dan pengikutnya.  

18. Th 1785 : Pondok Pesantren Miftahul Falah (Bungkuk, Singosari, Malang). (240 tahun lalu)  Pendiri : KH. Hamimuddin (Mbah Bungkuk). 

19. Th 1787 : Pondok Pesantren Al-Hamdaniyah (Siwalan Panji, Sidoarjo). (238 tahun lalu) Pendiri : KH. Hamdani (Mbah Hamdani).  

20. Th 1790 : Pondok Pesantren Hidayatut Thullab (Durenan, Trenggalek). (dikenal juga Pondok Tengah / Pondok Kamulan, 235 tahun lalu) Pendiri : Sunan Wilis atau bernama asli Kyai Ahmad Yunus bin Kyai Bagus Mukmin.

21. Th 1800an : Pondok Pesantren Gedongan (Cirebon). (225 tahun lalu) Pendiri : KH. Muhammad Sa'id. 

22. Th 1820 : Pondok Pesantren Watucongol (Muntilan, Magelang). (205 tahun lalu) Pendiri : Kyai Abdurrauf bin Hasan Tuqa. 

23. Th 1830 : Pondok Pesantren Tremas (Pacitan). (195 tahun lalu) Pendiri :  KH. Abdul Mannan (putra R. Ngabehi Dipomenggolo). 

24. Th 1832 : Pondok Pesantren Al-Asy'ariyah (Kalibeber, Wonosobo). (193 tahun lalu) Pendiri : KH. Muntaha bin Nida' Muhammad.

25. Th 1838 : Pondok Pesantren Bahrul Ulum - Tambak Beras (Ponpes Selawe). (187 tahun lalu) Pendiri : KH. Abdus Salam (Mbah Shoichah) bersama 25 (Selawe) Santrinya.  

26. Th 1839 : Pondok Pesantren Zainul Hasan, Genggong (Probolinggo). (186 tahun lalu) Pendiri : KH. Zainul Abidin.  

27. Th 1840 : Pondok Pesantren Al-Hikamus Salafiyah (Cipulus), Purwakarta. (185 tahun lalu) Pendiri : KH. Ahmad bin KH. Nurkoyyim (Ajengan Emed).  

28. Th 1850 : Pondok Pesantren Al-Fauzan (Garut). (175 tahun lalu) Pendiri : KH. Hasan. 

29. Th 1852 : Pondok Pesantren Langitan - Tuban. (173 tahun lalu) Pendiri : KH Muhammad Nur. Salah satu Tokoh : KH. Abullah Faqih. 

30. Th 1859 : Pondok Pesantren MIS (Ma’hadul Ilmi Asy-Syar’i), Sarang (Rembang). (166 tahun lalu) Pendiri : KH. Ghozali bin Lanah. 

31. Th 1861 : Pondok Pesantren Syeikhuna Kholil - Bangkalan - Madura. (164 tahun lalu) Pendiri : Syaikh M Kholil. Tokoh : KH Abdullah Sahal. 

32. Th 1868 : Pondok Pesantren Giri Kusumo (Mranggen, Demak). (157 tahun lalu) Pendiri : Syaikh Muhammad Hadi.  

33. Th 1870 : Pondok Pesantren Arriyadl / Mahir Arriyadl, Ringinagung, Pare - Kediri). (155 tahun lalu) Pendiri : Syaikh Imam Nawawi.  

34. Th 1880 : Pondok Pesantren Tarbiyatun Nasyiin, Pacul Gowang - Jombang). (145 tahun lalu) Pendiri : KH. Alwi. 

34. Th 1881 : Pondok Pesantren Besuk (Kejayan, Pasuruan). (144 tahun lalu) Pendiri : KH. Ali Murtadho.  

35. Th 1881 : Pondok Pesantren Sukamiskin (Bandung) . (144 tahun lalu) Pendiri : KH. Raden Muhammad bin Alqo.  

36. Th 1882 : Pondok Pesantren Al-Ashriyah (Genteng, Banyuwangi). (143 tahun lalu) Pendiri : KH. Abdul Bashar / KH. Abdul Basyar (pendiri — nama bervariasi penulisan).  

37. Th 1884 : Pondok Pesantren Roudlatul Mubtadi'in (Balekambang, Jepara). (141 tahun lalu) Pendiri : Hadlratus Syaikh KH. Hasbullah (pendiri).  

38. Th 1885 : Pondok Pesantren Darul Ulum - Jombang. (140 tahun lalu) Pendiri : KH Tamim Irsyad dari Bangkalan. 

39. Th 1886 : Pondok Pesantren Al-Ihsan (Jampes / Jampes, Kediri). (139 tahun lalu) Pendiri : KH. Muhammad Dahlan.  

40. Th 1887 : Pondok Pesantren Annuqayah (Guluk-Guluk, Sumenep, Madura). (138 tahun lalu) Pendiri : KH. Mohammad Syarqawi (KH. Moh. Syarqawi, pendiri).  

41. Th 1889 : Pondok Pesantren Darul Hikam (Bendo, Pare, Kediri). (136 tahun lalu) Pendiri : KH. Khozin (Muhajir) (pendiri, dikenal sebagai Mbah Khozin).  

42. Th 1893 : Pondok Pesantren al-Ittihad Poncol (Semarang). (132 tahun lalu) Pendiri : KH. Misbah (Simbah KH. Misbah).  

43. Th 1898 : Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah (Paciran / Kranji, Lamongan). (127 tahun lalu) Pendiri : KH. Musthofa Abdul Karim.  

44. Th 1899 : Pondok Pesantren Tebu Ireng - Jombang. (136 tahun lalu) Pendiri : Hadratusy-Syaikh KH Hasyim Asy'ari, Pendiri NU. Tokoh : KH Wahid Hasyim & Gus Dur. 

45. Th 1901 : Pondok Pesantren Gedongsari (Nganjuk). (124 tahun lalu) Pendiri : Mbah Kiai Imam Mustajab.  

46. Th 1901 : Pondok Pesantren Al-Falak (Pagentongan, Bogor). (124 tahun lalu) Pendiri Pendiri : KH. Tubagus Muhammad Falak Abbas (Tb. M. Falak).  

47. Th 1901 : Pondok Pesantren Al-Fatah (Banjarnegara). (124 tahun lalu) Pendiri Pendiri : KH. Abdul Fatah.  

48. Th 1901 : Pondok Pesantren Futuhiyyah (Mranggen, Demak). (124 tahun lalu) Pendiri Pendiri : KH. Abdurrahman bin Qosidi (Qasidil) Haq.  

49. Th 1901 : Pondok Pesantren Gedongsari (Nganjuk). (124 tahun lalu) Pendiri Pendiri : Mbah Kiai Imam Mustajab.  

50. Th 1901 : Pondok Pesantren Al-Falak (Pagentongan, Bogor). (124 tahun lalu) Pendiri Pendiri : KH. Tubagus Muhammad Falak Abbas.

51. Th 1901 : Pondok Pesantren Al-Fatah (Banjarnegara). (124 tahun lalu) Pendiri Pendiri : KH. Abdul Fatah.

52. Th 1901 : Pondok Pesantren Futuhiyyah (Mranggen, Demak). (124 tahun lalu) Pendiri Pendiri : KH. Abdurrahman bin Qosidi (Qasidil) Haq.  

53. Th 1908 : Pondok Pesantren Kempek (Cirebon). (117 tahun lalu) Pendiri Pendiri : KH. Harun Soleh (Harun Putra, putra KH. Abdul Jalil).  

54. Th 1910 : Pondok Pesantren Lirboyo - Kediri. (115 tahun lalu) Pendiri Pendiri : KH Abdul Karim. Pimpinan saat ini : KH Anwar Manshur.  Alumni : KH Maimoen Zubair & KH Mustofa Bisri.  

55. Th 1910 : Pondok Pesantren Mathali'ul Huda / Maslakul Huda (Pati — Kajen). (115 tahun lalu) Pendiri : KH. Mahfudz bin Abdussalam / keluarga KH. Abdussalam. 

56. Th 1911 : Pondok Pesantren Al-Hikmah (Benda, Brebes). (114 tahun lalu) Pendiri : KH. Kholil bin Mahalli.  

58. Th 1911 : Pondok Pesantren Al-Munawwir (Krapyak, Yogyakarta). (114 tahun lalu) Pendiri : KH. Muhammad Munawwir bin Abdullah Rosyad.  

59. Th 1912 : Pondok Pesantren Raudlatul Ulum (Jember). (113 tahun lalu) Pendiri : KH. Ahmad Syukri.  

60. Th 1912 : Pondok Pesantren Al-Mushthofawiyah - Purba Baru - Mandailing Natal. (113 tahun lalu) Pendiri : Syeikh Musthafa Husein Al-Mandili. 

61. Th 1913 :  Pondok Pesantren Ma’hadut Tholabah (Tegal). (112 tahun lalu) Pendiri : KH. Mufti bin Salim bin Abdurrahman.  

62. Th 1914 : Pondok Pesantren Darussalam - Martapura Kalsel. (111 tahun lalu) Pendiri : KH Jamaluddin. 

63. Th 1914 : Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah (Sukorejo, Situbondo). Pendiri : KHR. Syamsul Arifin.  

64. Th 1914 : Pondok Pesantren Darussalam (Martapura, Kalsel). (111 tahun lalu) Pendiri : KH. Jamaluddin.  

65. Th 1915 : Pondok Pesantren Islam As-Shiddiqi (Jember). (110 tahun lalu) Pendiri : Mbah Muhammad Shiddiq.  

66. Th 1916 : Pondok Pesantren Al-Hidayat / Al-Hidayah (Lasem, Rembang). (109 tahun lalu) Pendiri : KH. Maksum (dikenal Mbah Maksum) / KH. Ma'shoem Ahmad. 

67. Th 1916 : Pondok Pesantren Mathla'ul Anwar (MALNU, Menes — Pandeglang, Banten). (109 tahun lalu) Pendiri : KH. Abdurrahman bin Jamal, TB. Soleh Kananga, KH. Yasin, KH. Arsyad. 

68. Th 1917 : Pondok Pesantren Denanyar (Mambaul Ma'arif, Jombang). (108 tahun lalu) Pendiri : KH. Bisri Syansuri (muassis / pendiri tercatat).  

69. Th 1918 : Pondok Pesantren al-Qaumaniyah (Bareng / Jekulo, Kudus). (107 tahun lalu) Pendiri : KH. Yasin. 

70. Th 1919 : Pondok Pesantren APIK / Apik Kauman (Kaliwungu, Kendal). (106 tahun lalu) Pendiri : KH. Irfan bin KH. Musa.   

71. Th 1919 : Pondok Pesantren Tahsinul Akhlaq (Winong, Cirebon). (106 tahun lalu) Pendiri : KH. Harun bin KH. Abdul Jalil. 

72. Th 1920 : Pondok Pesantren Al-Masthuriyah (Sukabumi). (105 tahun lalu) Pendiri : KH. Masthuro.  

73. Th 1920 : Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran - Pasuruan. (105 tahun lalu) Pendiri : KH Raden Khozin Khoiruddin. 

74. Th 1921 : Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyyah (Seblak, Jombang). (104 tahun lalu) Pendiri : KH. Ma'shum Ali. 

75. Th 1922 : Pondok Pesantren Baitul Arqom (Ciparay, Bandung). (103 tahun lalu) Pendiri : KH. Muhammad Faqih.  

76. Th 1922 : Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (Amuntai, Kalsel). (103 tahun lalu) Pendiri : KH. Abdurrasyid. 

77. Th 1923 : Pondok Pesantren Diniyyah Puteri Padang Panjang - Sumbar. (102 tahun lalu) Pendiri : Siti Rahmah El-Yunusiyyah. 

78. Th 1925 : Pondok Pesantren Al-Falah Ploso - Kediri. (100 tahun lalu) Pendiri : KH Ahmad Jazuli Usman. 

79. Th 1925 : Pondok Pesantren Al-Ihya' Ulumaddin (Kesugihan, Cilacap). (100 tahun lalu) Pendiri : KH. Badawi Hanafi.  

80. Th 1926 : Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor - Ponorogo. (99 tahun lalu) Pendiri : KH Ahmad Sahal, KH Zainudin Fananie & KH Imam Zarkasyi.  

81. Th 1930 : Pondok Pesantren Al-Washliyah - Medan Sumut. (93 tahun lalu) Pendiri : Syaikh Ismail Banda & Syaikh Arsyad Thalib Lubis. 

82. Th 1930 : Pondok Pesantren As'adiyah - Sengkang - Sulsel. (93 tahun lalu) Pendiri : Syaikh AGH Muhammad As'ad Al-Bugisi.

83. Th 1930 : Pondok Pesantren Al-Khairaat Palu Sulteng. (93 tahun lalu) Pendiri : Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri Ba'Alawi alias "Guru Tua".  

84. Th 1930 : Pondok Pesantren Ittihadul Islamiyah - Lombok. (93 tahun lalu) Pendiri : Syaikh Shaleh Harhara. 

85. Th 1937 : Pondok Pesantren Nahdhaatul Wathan - Lombok. (88 tahun lalu) Pendiri : Tuan Guru KH Muhammad Zainuddin Abdul Majid (Tuan Guru Pancor).  

86. Th 1940 : Pondok Pesantren At-Taqwa di Bekasi. (85 tahun lalu) Pendiri : Al-Mujahid Fii Sabilillah KH. Noer Ali. 

87. Th 1943 : Pondok Pesantren Sabilul Muttaqin Takeran di Magetan. (82 tahun lalu) Pendiri : Kyai Hasan Ulama. 

88. Th 1945 Februari : Pondok Pesantren Darul Hadits - Malang. (80 tahun lalu) Pendiri : Habib Abdul Qadir bin Ahmad Bilfaqih Ba'Alawi. 

SELAMAT  HARI  SANTRI  22  OKTOBER  2025

𝚂𝚎𝚖𝚘𝚐𝚊  𝚙𝚊𝚛𝚊  𝚂𝚊𝚗𝚝𝚛𝚒  𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙  𝚖𝚎𝚗𝚓𝚊𝚍𝚒  𝚋𝚎𝚗𝚝𝚎𝚗𝚐  𝚞𝚖𝚖𝚊𝚝  𝚍𝚊𝚗  𝚙𝚒𝚗𝚝𝚞  𝚌𝚊𝚔𝚛𝚊𝚠𝚊𝚕𝚊  𝚔𝚎𝚒𝚕𝚖𝚞𝚊𝚗  𝚍𝚒  𝙽𝚞𝚜𝚊𝚗𝚝𝚊𝚛𝚊  𝚜𝚎𝚋𝚊𝚐𝚊𝚒𝚖𝚊𝚗𝚊 𝚜𝚎𝚍𝚊𝚛𝚒  𝚍𝚞𝚕𝚞  𝚑𝚒𝚗𝚐𝚐𝚊  𝚔𝚒𝚗𝚒.

ttd
ℙ𝔼𝕋𝕌𝔸ℍ 𝕌𝕃𝔸𝕄𝔸

*𝘔𝘰𝘩𝘰𝘯 𝘬𝘰𝘯𝘧𝘪𝘳𝘮𝘢𝘴𝘪 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘴𝘢𝘭𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘢𝘵𝘢𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘯𝘢𝘮𝘢, 𝘥𝘢𝘵𝘢 𝘥𝘪𝘩𝘪𝘮𝘱𝘶𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘥𝘢𝘴𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘧𝘰𝘳𝘮𝘢𝘴𝘪 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘪 𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢.


KORELASI ZAMAN RASULULLAH DAN AKHIR ZAMAN

Rasulullah bersabda:
عَنْ أبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: بَدَأَ الإسْلَامُ غَرِيبًا، وَسَيَعُودُ كما بَدَأَ غَرِيبًا، فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ (رواه المسلم ١٤٥)
Awal mulanya Islam dipandang aneh (penuh cacian), dan kelak akan kembali seperti awal mula dipandang aneh lagi, maka beruntung orang-orang yang (dicaci) dianggap aneh
KOMPARASI:
1- Pribumi
a) Zaman Rasulullah: di saat beliau hijrah ke Madinah, sebagian pemuka Yatsrib memusuhi dan menolak Rasulullah, di antaranya Huyay bin Akhtab berkata: kenapa kita yang orang Yatsrib harus diperintah orang luar!
b) Zaman sekarang: kita membaca sejarah bahwa penjajah di Indonesia adalah belanda dan jepang, tapi rakyat kita meneriaki sebagian rakyat Indonesia lainnya: pulang dan kembali ke Yaman.
2- Mendadak Faham
a) Zaman Rasulullah: Huyay bin Akhtab dan Ka’ab bin Asad, menyampaikan pemahaman Taurat versi mereka untuk mendustakan Rasulullah, kemudian salah satu Rabi bernama Mukhairiq menyela: aku lebih faham agama dan lebih banyak membaca Taurat, aku mengakui kebenaran Muhammad, sedangkan kau seolah-olah lebih faham dariku hari ini.
b) Zaman sekarang: kita bisa lihat orang-orang yang tidak bisa bahasa arab, tidak bisa membaca kitab, tidak pernah di pesantren, mendadak jadi ahli al-Qur’an dan Hadits, kemudian mengkritik para ulama’ yang dalam segi keilmuan tidak bisa dibandingkan dengan mereka.
3- Ahli Sunnah
a) Zaman Rasulullah: Abdullah bin Ubay bin Salul pernah mengkritik Rasulullah soal etika/cara pembangunan Masjid Quba, dan dia malah membangun Masjid Dirar untuk tujuan makar dan adu domba yang pada akhirnya dihancurkan. Dia merasa lebih faham tentang tujuan pembangunan Masjid dibandingkan Rasulullah.
b) Zaman sekarang: kita bisa lihat orang-orang yang tidak faham al-Qur’an, jarang menghatamkan al-Qur’an atau bahkan tidak bisa membacanya, tiba-tiba berbicara tentang Sunnah yang benar dan menyalahkan tradisi ulama’ atau pesantren yang telah menghafal dan mengamalkan al-Qur’an. Orang-orang yang jarang Sholat Sunnah atau bahkan Sholat Wajib, tiba-tiba merendahkan ulama’ yang telah mengajari ratusan bahkan ribuan orang untuk Sholat.
4- Doktrin Perbudakan
a) Zaman Rasulullah: di saat Sahabat Umair bin Wahab ingin masuk Islam setelah perang Badar dan saat putranya menjadi tawanan muslim pasca perang badar, Abu Sufyan, Safwan bin Rabiah dan kafir Quraisy lainnya berkata: kau sudah kena doktrin dan sama bodohnya seperti Sahabat Muhammad, kau hanya akan dimanfaatkan dan diperbudak untuk kejayaannya saja.
b) Zaman sekarang: di saat pesantren dan para kyainya telah mencetak orang-orang beradab dan berilmu dari generasi ke generasi, mereka dituduh melakukan praktek feodalisme di saat orang yang dididiknya ingin membalas jasa dengan cara mereka, Lebih parah lagi, saat para kyai dan santrinya pernah berjuang demi Indonesia di zaman penjajahan, sekarang mereka diteriaki tidak berguna dan lebih baik ditutup saja. Tuduhan pengayaan diri juga dilontarkan di saat pesantren sebagai lembaga mandiri tidak jarang membebaskan biaya santrinya.
5- Karomah Keberkahan
a) Zaman Rasulullah: Abu Jahal dan teman-temannya pernah ingin mendatangi Rasulullah untuk meminta beliau menunjukkan mukjizat di muka umum, namun di jalan mereka bertemu Sayyidina Umar bin Khattab dan beliau berkata: memangnya kalau kamu melihat mukjizat akan percaya padanya? Pastinya kamu akan mengatakan itu sihir. Bukankah kamu tahu cerita Musa membelah lautan, tapi apakah kamu Yahudi? Tidak bukan! Itu semua hanya akal-akal kalian, padahal kalian hanya ingin mencari-cari alasan, bukan mencari kebenaran. Sama halnya Fir’aun dan musuh-musuh Nabi lainnya, setelah mereka melihat mukjizat para Nabi bukan menambah keyakinan mereka melainkan mencari bahan cacian lainya.
b) Zaman sekarang: Karomah dinilai Khurafat, Keberkahan dinilai kebohohan, santri sederhana dibilang tidak punya masa depan, Kyai mapan dibilang jual agama, ceramah tegas dituduh intoleran, ceramah dagelan mintanya kembali ke al-Qur’an. Inti dari semua itu satu, apapun yang dilakukan para kyai da santri dipandang salah, karena mereka mencari kesalahan bukan kebenaran. Fakta dan Data lainnya

Selasa, 28 Januari 2020

7 BENDA YANG BERASAL DARI SURGA

Pada saat Nabi Adam diturunkan oleh Allah ke dunia, ada beberapa benda yang juga diturunkan beserta beliau. Diantara benda-benda tersebut adalah :

1. Hajar aswad (حجر الاسود)
Batu hitam ini berasal dari surga yang terbuat dari permata yang sangat putih melebihi putihnya susu, namun cahaya putih yang ada padanya telah padam dikarenakan banyaknya dosa anak-cucu adam. Sebagaimana dikatakan dalam hadis:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « نَزَلَ الْحَجَرُ الأَسْوَدُ مِنَ الْجَنَّةِ وَهُوَ أَشَدُّ بَيَاضًا مِنَ اللَّبَنِ فَسَوَّدَتْهُ خَطَايَا بَنِى آدَمَ »

Dari ibnu ‘abbas radhiallahu’anhuma, beliau berkata bahwa rasulullah SAW bersabda ,”hajar aswad turun dari surga padahal batu tersebut lebih putih dari pada susu, dosa manusia yang membuat batu tersebut menjadi hitam.”(HR. Turmidzi)

2. Batu Maqam Nabi Ibrahim (مقام ابرهيم)
Yaitu batu yang membantu Nabi Ibrahim dalam proses pembuatan Baitullah (Ka'bah), batu ini mempunyai kelebihan berupa naik dan turun, ketika Nabi Ibrahim perlu meletakkan batu-batuan dan tanah pada tempat yang tinggi dari Ka'bah maka Nabi hanya cukup berdiri diatas batu Maqam tersebut, sehingga batu tersebut megangkat Nabi ke atas, dan ketika selesai maka ia turun pula dengan sendirinya ke bawah hingga mendekati Nabi Ismail yang berada di bawah untuk mengambil batu-batuan bangunan, di batu tersebut masih tersisa bekas kedua tapak Nabi Ibrahim, batu yang berasal dari surga ini dulunya juga memancarkan cahaya putih sama seperti Hajar aswad, namun Allah telah memadamkan cahayanya karena seandainya cahaya tersebut masih ada, digabungkan dengan cahaya Batu Hajar Aswad maka akan menerangi seluruh bagian yang ada di antara ufuk timur dan ufuk barat.

3. Kayu dupa/bukhur (عود البخور)
Kayu ini salah satu jenis kayu yang mempunyai wangi-wangian yang sangat harum, di daerah indonesia biasa disebut kayu kemenyan ataupun dupa, cara penggunaannya cukup sederhana yaitu dengan cara membakarnya sehingga asap dari kayu tersebut akan menyebarkan bau wangi, sunat bagi kita membakar kayu bukhur (kemenyan) ketika berzikir kepada Allah, di majelis ilmu dan pula di samping si mayit karena manakala ada bau yang tidak sedap dari si mayit dapat ditutup oleh bau kayu kemenyan tersebut sebagaimana yang telah dijelaskan dalam kitab Al-Majmu' Syarah Muhazzab juzu' 3 hal 160. di antara keutamaan kayu ini adalah dapat mencegah datangnya kutu pada pakaian, sebagaimana dikatakan oleh imam jalaluddin As sayuti :” siapa yang membakar kayu kemenyan kemudian diasapkan pada pakaian insyaallah terhindar pakaiannya dari pada kutu selamanya.”

4. Tongkat Nabi Musa (عصا موسى)
Tongkat ini bukan tongkat biasa karena tongkat ini berasal dari surga, terbuat dari kayu Aas (الآس) yang merupakan tanaman mulia. Tongkat yang pernah berubah menjadi ular yang sangat besar dan membelah laut merah ini merupakan salah satu dari 9 Mu'jizat yang Allah berikan dari surga kepada Nabi Musa as.

5. Daun-daunan Pohon Tin (اورق التين)
Ketika Nabi Adam as memakan buah khuldi, maka seketika itu pula terlepaslah pakaian Nabi Adam tanpa sehelai benang pun di tubuh beliau, kemudian Nabi Adam mengambil dedaunan yang ada di surga untuk menutupi tubuhnya karena malu, namun dedaunan tersebut malah menjauh dari beliau, tapi ada satu dedaunan yang merasa iba kepada Nabi Adam yaitu daun-daun pohon Tin, karena daun Tin tidak sanggup melihat kondisi Nabi Adam pada saat itu. inilah daun-daunan yang sangat berjasa bagi Nabi Adam as. Sehingga daun Tin ini Allah berikan kelebihan padanya berupa buah yang manis tanpa berbiji.

6. Cincin Nabi Sulaiman As (ختام سليمان)
Cincin ini merupakan Mu'jizat yang Allah berikan kepada Nabi Sulaiman as, dalam hadis dikatakan bahwa cincin ini terdapat ukiran tulisan لا إله إلا الله محمد رسول الله kelebihan cincin ini apabila dipakai oleh Nabi Sulaiman maka tunduk dan patuhlah segala makhluk kepada beliau seperti para jin, setan, angin dan lain sebagainya. Apabila beliau melapaskan cincin tersebut maka hilanglah pengaruh tunduk dan patuh tersebut.

7. Batu-batuan yang Nabi Muhammad Saw ikat di Perut Beliau
Batu ini adalah batu-batu yang berukuran kecil yang oleh Nabi Muhammad Saw diikatkan pada ari perutnya saat beliau dalam keadaan lapar, karena dengan melakukan hal tersebut dapat mengurangi rasa lapar yang beliau rasakan. Subhanallah...

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩

Sumber :  i'anatut talibin hal 295 jilid 2.
                Syarqwi 'alat tahrir hal 472 jilid 1.
                Tafsir jalalaini hal 442 jilid 3 .

Senin, 11 November 2019

Bacaan agar makanan menjadi sehat

Maulid selalu makan malam takut  sakit? (RESEPI WIRID) AGAR MAKANAN TIDAK MEMBAHAYAKAN TUBUH

Didalam kitab "Kaifa Takunu Ghaniyyan" Hal ; 36 dijelaskan, bahwasannya Al-Habib Sa'ad Muhammad Bin Alawi Al-Aydrus ra. berkata:

«سورة (قريش) من قرأها زال همه وحزنه ووسوسته، ومن قرأها على مطعوم أذهب الله مضرته

Barang siapa yang membaca Surat Quraisy, maka akan hilang kesusahan dan rasa was² nya. Dan barang siapa yang membacanya pada makanan, maka Allah SWT akan menghilangkan mudharat nya (pada tubuh)" Catatan : Seringkali kita dihantui rasa cemas dan takut setiap ada orang yang menghidangkan makanan pada kita. Mau minum kopi, khawatir maag kumat. Mau makan gulai kambing, khawatir darah tinggi kambuh. Mau minum yang manis², khawatir kencing manis. Mau minum yang pahit², takut nyerang ke liver. Maka bacalah surat tersebut. InsyaAlloh aman.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم
ِلِإِيلَافِ قُرَيْشٍ (١) إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ (٢) فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ (٣) الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ (٤)

Rabu, 03 Juli 2019

Jasa Besar Pejuang Kebenaran, Wajib Disyukuri bukan dimusuhi !

Oleh : Muhammad Hanif Alathas, Lc.

Al-Imam Ibnul Arobi al-Maliki menyatakan bahwa Amar Makruf Nahi Munkar adalah salah satu misi utama dari diutusnya para Nabi (Faidhul Qodir 5/522), karenanya al-Imam al-Mawardi menerangkan bahwa para Ulama generasi salaf turun tangan secara langsung untuk menegakkan Amar Makruf Nahi Munkar lantaran manfaatnya yang meluas dan pahalanya yang sangat besar (al-Ahkam as-Sulthoniyyah 373 ).

Lembaran sejarah begitu banyak memuat gambaran ketegasan para ulama lintas generasi dalam menegakkan Amar Makruf Nahi Munkar. Diantaranya seorang Ulama dari Dzuriyyah Rosulullah saw, yaitu al-Imam al-Habib Ahmad bin Abdullah bin Tholib al-Athos yang di makamkan di pemakaman Sapuro, Pekalongan, Jawa Tengah.

Kisah ketegasan beliau dalam menyuarakan kebenaran sangatlah Masyhur dan selalu dibacakan dalam haul beliau yang diadakan setiap pertengahan bulan Sya'ban, sehingga tidak ada kemunkaran apapun yang nampak di hadapannya  atau terdengar olehnya kecuali beliau lawan kemunkaran itu tanpa pandang bulu. Tak peduli siapa yang beliau hadapi, mulai dari rakyat jelata sampai Pejabat Pribumi bahkan Penguasa Belanda yang saat itu berkuasa di tanah Jawa. Beliau tak menghiraukan resiko apapun yang menghadang, karena yang beliau harapkan hanya Ridho Allah swt.

Alhabib al-Arif billah Ali bin Husein Alathas yang dikenal dengan Habib Ali Bungur  dalam kitabnya Tajul A'roos ( 2/ 318) menceritakan dari al-Habib al-Arif Billah Alwi bin Muhammad bin Thohir al-Haddad ( Empang, Bogor)  bahwasanya al-Habib al-Imam Muhammad bin Idrus al-Habsyi ( Yang dimakamkan di Ampel, Surabaya ) sangat menyanjung keberanian dan ketegasan al-Habib al-Imam Ahmad bin Abdullah bin Tholib al-Athos dalam menegakkan Amar Makruf Nahi Munkar, dalam sebuah kesempatan Beliau mengatakan :

الحمد لله على وجوده بين ظهرانينا فإن ذلك مما يدل على بركة عصرنا و إنه لم يتودع منا.

" Puji Syukur Bagi Allah atas keberadaan Habib Ahmad al-Athas di tengah-tengah kita, karena hal tersebut menandakan adanya keberkahan pada zaman ini,  dan Allah tidak meninggalkan kita "

Al-Habib Alwi al-Haddad (Empang Bogor) menjelaskan bahwa  dalam ungkapan di atas Habib Muhammad bin Idrus al-Habsyi mengisyaratkan kepada Sabda Nabi saw :

إذا  رأيت أمتي تهاب فلا تقول للظالم يا ظالم فقد تودع منهم ( أخرجه الحاكم في المستدرك و صححه الذهبي )

" Jika Ummatku sungkan utk mengatakan kepada orang dholim : HEI DZHOLIM !!! maka Ummat ini telah ditinggalkan "

Dalam kitabnya Faidhul Qodir, al-Hafidz al-Munawi menjelaskan bahwa maksud dari Sabda Nabi saw bahwa ummatnya telah ditinggalkan (فقد تودع منهم) adalah  diamnya Ummat Terhadap Kedholiman menyebabkan Keberadaan mereka tiada artinya, bahkan mereka dihinakan Oleh Allah, Kedzholiman dan kemunkaran itu dibiarkan terus terjadi sehingga mereka akan mendapat hukuman dari Allah swt naudzubillah min dzalik.

Karenanya, Keberadaan para Ulama Istiqomah  yang tetap lantang menyuarakan Haq itu Haq dan Bathil itu Bathil, WAJIB disyukuri oleh Ummat. Mereka berani mengambil resiko dicaci, dimaki, diancam, di-intimidasi, dipenjara bahkan dibunuh, demi KEMASLAHATAN UMMAT.

  Mereka tidak mencari harta atau tahta, andai mereka menginginkan harta dan tahta maka diamnya mereka akan membuat mereka berlimpah harta dan memangku tahta. Nyatanya, mereka menolak harta dan tahta, memilih jalan yang penuh resiko dan lika liku demi menyuarakan kebenaran semata-mata mengharapkan ridho Allah dan keselamatan Ummat.

Mereka adalah ASET BESAR UMMAT, keberadaan mereka menjadi penyebab turunnya rahmat dan tanda masih adanya keberkahan ditengah-tengah kita.

Oleh karena itu, silahkan Ulama dan Umat Islam berjuang dengan jalan pilihannya masing-masing, selama masih dalam koridor Syariat. karena banyak jalan menuju Mekkah, alias banyak cara berjuang menuju Ridho Allah. Namun, kita WAJIB menjaga dan  mendukung perjuangan mereka yang menegakkan Amar Makruf Nahi Munkar serta berjuang melawan kedzholiman, jika tidak mau mendukung secara langsung, minimal sisipkan mereka dalam setiap Munajat. Jangan malah menari mengikuti irama gendang orang-orang dzholim dengan membenci, memusuhi dan mencaci para pejuang kebenaran. Padahal disadari atau tidak, Ummat punya HUTANG JASA  besar kepada mereka !!!

Semoga Allah kumpulkan kita bersama Para Ulama dan Pejuang pembela kebenaran di dunia dan Akhirat. Amiiin.

Rabu, 05 Juni 2019

Tanya-jawab seputar puasa sunnah syawal dan qodho

PUASA SUNNAH SYAWAL : HARUSKAH BERURUTAN? BOLEHKAH DIGABUNG NIATNYA DENGAN PUASA QODHO?

Puasa sunnah Syawal selama 6 (enam) hari adalah termasuk sunnah yang dikukuhkan. Enam  hari itu bisa secara berurutan dan juga boleh dipisah – pisah yang penting puasa itu dilakukan di bulan Syawal. Adapun bagi seseorang yang pernah punya hutang puasa seperti wanita haid, jika ingin mengqodho maka tidak diperkenankan menggabung antara niat qodo dengan puasa Syawal. Akan tetapi jika ia melakukan  puasa qodho dengan niat qodho bertepatan di hari Syawal secara otomatis ia akan mendapatkan pahala puasa di bulan Syawal. Jadi cara niatnya cukup niat puasa qodho saja dan disaat itu ia mendapatkan pahalanya puasa Syawal.

Maka dihimbau bagi wanita atau siapapun yang mempunyai hutang puasa hendaknya diqodho di bulan Syawal agar mendapatkan pahalanya Syawal sekaligus. Tapi ingat niatnya tetap niat mengqodho saja. Adapun  jika puasa Syawal digabung dengan puasa sunnah yang lainnya adalah boleh.  Bagi orang yang tidak punya hutang ingin menggabung antara puasa Syawal dengan puasa Senin adalah bagus. Misalnya : “ Saya niat puasa Senin digabung dengan niat puasa Syawal…” atau “ puasa Kamis dengan puasa Syawal.. “ atau “ puasa Daud dengan puasa Syawal..” adalah boleh.  Semoga Allah menjadikan kita ahli ibadah dan semoga Allah menerima amal kita. Wallahu a’lam bisshowab